Lawan Pandemi, Kadin Gandeng PMI Sediakan Sarana dan Prasarana Plasma Konvalesen

Kompas.com - 04/08/2021, 18:45 WIB
Petugas PMI melakukan uji kadar antibodi pada sampel darah calon pendonor plasma konvalesen di laboratorium Unit Donor Darah Pusat PMI, Jakarta Selatan, Rabu (14/7/2021). Stok plasma konvalesen sangat minim disebabkan minimnya jumlah penyitas Covid-19 yang mendonorkan plasma. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOPetugas PMI melakukan uji kadar antibodi pada sampel darah calon pendonor plasma konvalesen di laboratorium Unit Donor Darah Pusat PMI, Jakarta Selatan, Rabu (14/7/2021). Stok plasma konvalesen sangat minim disebabkan minimnya jumlah penyitas Covid-19 yang mendonorkan plasma.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) untuk menyediakan kebutuhan dana, pendonor dan pendistribusian terkait plasma konvalesen. Hal ini tertuang dalam nota kesepahaman keduanya yang dilaksanakan Rabu (4/8/2021).

Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid mengungkapkan melalui kolaborasi ini, dunia usaha, juga stakeholder terkait, seperti PMI diharapkan dapat membantu pemerintah menganggulangi pandemi Covid-19 di tanah air.

"Melalui ikhtiar ini, Kadin Indonesia bersama dunia usaha membantu mempercepat pemulihan kesehatan dan membangkitkan ekonomi. Tingginya kebutuhan konvalesen bagi penderita Covid-19 yang terus meningkat, harus didukung sarana dan prasarana, agar penyaluran lebih cepat dan tepat sasaran," ujar Arsjad secara virtual.

Baca juga: Program Donor Plasma Konvalesen di BUMN Diluncurkan

Arsjad bilang, operasional donor plasma konvalesen saat ini masih dilakukan secara manual, terutama di daerah-daerah, yang memang sarana prasarananya masih terbatas. Padahal, untuk melakukan proses plasma konvalesen itu, dibutuhkan alat bernama Aferesis yang berguna untuk menyaring semua komponen yang ada di dalam darah.

"Melalui penandatanganan nota kesepahaman ini, Kadi nIndonesia berharap dapat berpartisipasi aktif membantu PMI, misalnya dengan pengadaan alat Aferesis yang berfungsi memisahkan sel darah merah, sel darah putih, trombosit dan konvalesen,” ujar dia.

Arsjad menjelaskan, alat ini sangat dibutuhkan, terutama di daerah-daerah. Maka dari itu, Kadin Indonesia berupaya untuk merangkul mitra dan anggota Kadin memberikan dan menggalang bantuan dana atau materi terkait kebutuhan plasma konvalesen tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketua Umum PMI Pusat Jusuf Kalla mengapresiasi langkah Kadin Indonesia yang menggandeng PMI untuk membantu pemerintah melawan pandemi. Dia mengungkapkan, peran serta masyarakat, pemerintah dan organisasi masyarakat seperti KADIN dan PMI dibutuhkan untuk menanggulangi pandmei Covid-19.

Dari masyarakat yakni menjalankan 3M (Mencuci tangan, Memakai masker dan Menjauhi kerumunan). Pemerintah, melalui intervensinya, mulai dari kebijakan 3T (Test, Tracing, Treatment), bantuan sosial, vaksinasi, logistik dan lainnya.

Terakhir, peran organisasi masyarakat seperti Kadin dan PMI membantu pemerintah dan masyarakat melalui donasi, imbauan agar masyarakat disiplin menjalankan 3M termasuk juga vaksinasi dan donor konvalesen.

“Saat ini dibutuhkan 400 juta suntikan, sementara baru mencapai 70 juta atau 17 persen dengan estimasi sekitar 250 sampai 300 ribu suntikan perhari. Ïni jika tidak dibantu dengan Vaksinasi Gotong Royong KADIN Indonesia sangat sulit dan berat," tambahnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BCA Kembali Gelar KPR BCA ONLINEXPO, Simak Keuntungan dan Syaratnya

BCA Kembali Gelar KPR BCA ONLINEXPO, Simak Keuntungan dan Syaratnya

BrandzView
Penumpang KRL Melonjak, KAI Commuter Tegaskan Masih Ada Pembatasan

Penumpang KRL Melonjak, KAI Commuter Tegaskan Masih Ada Pembatasan

Whats New
Mengapa Tapering Bank Sentral AS Diwaspadai Banyak Negara?

Mengapa Tapering Bank Sentral AS Diwaspadai Banyak Negara?

Whats New
Investasi Ratusan Triliun untuk Mobil Listrik akan Datang ke Indonesia

Investasi Ratusan Triliun untuk Mobil Listrik akan Datang ke Indonesia

Whats New
Di Tengah Pandemi, Industri Furnitur Lokal Perluas Jangkauan Produk

Di Tengah Pandemi, Industri Furnitur Lokal Perluas Jangkauan Produk

Rilis
Kewirausahaan Adalah: Pengertian, Tujuan, dan Ciri-cirinya

Kewirausahaan Adalah: Pengertian, Tujuan, dan Ciri-cirinya

Whats New
Rupiah dan IHSG Ditutup Melemah di Awal Pekan, Net Sell Asing Rp 361,47 Miliar

Rupiah dan IHSG Ditutup Melemah di Awal Pekan, Net Sell Asing Rp 361,47 Miliar

Whats New
Kemenkop UKM Siapkan Skema Baru Pencairan BLT untuk UMKM

Kemenkop UKM Siapkan Skema Baru Pencairan BLT untuk UMKM

Whats New
Ada Gangguan Jaringan Internet Telkom, BKN Jadwal Ulang Pelaksanaan SKD CPNS

Ada Gangguan Jaringan Internet Telkom, BKN Jadwal Ulang Pelaksanaan SKD CPNS

Whats New
Coba Penerbangan Perdana Super Air Jet Jakarta-Palembang, Seperti Apa Rasanya?

Coba Penerbangan Perdana Super Air Jet Jakarta-Palembang, Seperti Apa Rasanya?

Whats New
Bank Mandiri Bakal Terbitkan Kartu Kredit Khusus UKM

Bank Mandiri Bakal Terbitkan Kartu Kredit Khusus UKM

Rilis
Banggar DPR Usulkan 40 Persen DAK Fisik Dialokasikan untuk Anggaran Ketahanan Pangan

Banggar DPR Usulkan 40 Persen DAK Fisik Dialokasikan untuk Anggaran Ketahanan Pangan

Whats New
Target Banggar DPR: 3 Tahun ke Depan Indonesia Bisa Swasembada Beras hingga Daging

Target Banggar DPR: 3 Tahun ke Depan Indonesia Bisa Swasembada Beras hingga Daging

Whats New
Kementerian ATR/BPN Dorong Legalisasi Aset di Pulau Terluar RI

Kementerian ATR/BPN Dorong Legalisasi Aset di Pulau Terluar RI

Whats New
Perilaku Belanja Rumah Tangga Bergeser Selama Pandemi, Penjualan Furnitur Mulai Bangkit

Perilaku Belanja Rumah Tangga Bergeser Selama Pandemi, Penjualan Furnitur Mulai Bangkit

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.