Ekonomi RI 7,07 Persen, BPS: Ledakan Konsumsi Rumah Tangga dan Investasi Berpengaruh Besar

Kompas.com - 05/08/2021, 13:13 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono saat melaporkan kinerja ekspor-impor bulan Juni tahun 2021 di Gedung BPS Jakarta, Kamis (15/7/2021). Dok. Badan Pusat StatistikKepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono saat melaporkan kinerja ekspor-impor bulan Juni tahun 2021 di Gedung BPS Jakarta, Kamis (15/7/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2021 tumbuh 7,07 persen secara tahunan (year on year/yoy). Capaian ini membuat RI mampu keluar dari zona ekonomi negatif sejak kuartal II 2020.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, PDB RI pada kuartal II 2021 ini masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan investasi. Porsi kedua komponen bahkan mencapai 84,93 persen.

"Artinya bahwa ledakan konsumsi rumah tangga dan investasi itu berpengaruh besar atau dominan mempengaruhi pertumbuhan secara keseluruhan," kata Margo dalam konferensi pers, Kamis (5/8/2021).

Baca juga: Selamat Tinggal Resesi, Ekonomi Indonesia Kuartal II 2021 Tumbuh 7,07 Persen

Konsumsi rumah tangga pada kuartal II 2021 ini tumbuh 5,93 persen yoy karena masyarakat mulai yakin untuk melakukan aktivitas konsumi.

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada kuartal II tercatat sebesar 104,42, lebih baik dibanding catatan IKK di kuartal II tahun 2020 sebesar 82,14 poin.

Indikasi lain juga terlihat dari penjualan eceran yang tumbuh sebesar 11,62 persen, terjadi pada kelompok makanan minuman dan tembakau; sandang; suku cadang; aksesories; bahan bakan kendaraan; dan barang lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Penjualan wholesale mobil penumpang dan motor masing-masing tumbuh 904,32 persen dan 268,64 persen. Demikian pula terjadi pertumbuhan penumpang angkutan rel, laut, dan udara masing-masing 114,18 persen, 173,56 persen, dan 456,51 persen," beber Margo.

Adapun PMTB/investasi tumbuh 7,54 persen (yoy). Fenomena yang mendukung tumbuhnya PMTB adalah tumbuhnya realisasi dari belanja modal yang bersumber dari APBN sebesar 45,56 persen.

Realisasi investasi BKPM juga tercatat tumbuh 16,21 persen, demikian pula tercatat adanya pertumbuhan barang modal jenis kendaraan dipengaruhi produk kendaraan domestik.

"Hampir semua barang modal jenis kendaraan lainnya tumbuh baik domestik maupun impor," ucap dia.

Secara keseluruhan kata Margo, semua komponen dari sisi pengeluaran sudah tumbuh positif.

Pertumbuhan tertinggi terjadi pada ekspor mencapai 31,78 persen, diikuti impor 31,22 persen, konsumsi pemerintah 8,06 persen, PMTB 7,54 persen, konsumsi rumah tangga 5,93 persen, dan konsumsi lembaga non profit 4,12 persen.

Baca juga: Begini Kondisi Ekonomi Indonesia Jika PPKM Darurat Diperpanjang

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.