Ekonomi Kuartal II 2021 Tumbuh 7,07 Persen, Hipmi Beberkan Indikator Pendukungnya

Kompas.com - 05/08/2021, 15:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mengungkapkan realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal II/2021 sebesar 7,07 persen sudah diprediksi dan sudah sesuai dengan proyeksi dari berbagai pihak.

Kinerja ekonomi kuartal II/2021 ini disokong oleh berbagai indikator pemulihan yang mulai terakselerasi.

Ketua Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Ajib Hamdani membeberkan, ada beberapa indikator yang mendukung pertumbuhan ekonomi kuartal II/2021 ke arah perbaikan dan mengalami peningkatan aktivitas ekonomi.

Baca juga: Kuartal I Tembus 7 Persen, BPS: Ekonomi Kuartal III Akan Bergantung pada Penanganan Kesehatan

Pertama, tercermin dari indikator Purchase Manager's Index (PMI) yang sangat ekspansif selama periode April-Juni 2021.

“PMI Bulan April menunjukkan angka 54,6. Kemudian pada bulan April terus ekspansif ke angka 55,3 dan sedikit turun di periode bulan Juni menjadi sebesar 53,5. Selama 3 bulan penuh PMI menunjukkan indikasi yang konsisten ekspansif," ujar Ajib kepada Kompas.com, Kamis (5/8/2021).

Indikator kedua, adalah mobilitas masyarakat yang mulai pulih dikarenakan efek kebijakan pelonggaran sejak terjadinya pandemi Covid-19 di awal Maret tahun lalu.

Sempat ada pembatasan mobilitas masyarakat pada momentum Idul Fitri.

Namun, di tengah pembatasan tersebut, kondisi likuiditas mengalir ke masyarakat sejalan dengan pemberian tunjangan hari raya (THR).

Baca juga: Meski Ekonomi RI Positif, Investor Masih Cermati Pertumbuhan di Kuartal III dan Kasus Covid-19

“Penambahan likuiditas di masyarakat diperkirakan mencapai lebih dari 150 triliun pada momen tersebut. Sehingga tetap terjadi daya ungkit ekonomi yang relatif signifikan," ungkap Ajib.

Indikator selanjutnya, dipicu oleh melesatnya harga batu bara acuan (HBA) secara konsisten di periode kuartal kedua ini dan berangsur meningkat.

Pada Bulan April 2021, HBA di kisaran 86,68 dollar AS per ton, naik sekitar 2,6 persen.

Kemudian pada bulan Mei 2021, HBA meningkat menjadi 89,74 dollar AS per ton, atau setara dengan peningkatan 3,53 persen dan peningkatan ini dilanjutkan hingga Juni menjadi 100,33 dollar AS per ton.

“Periode bulan ini terjadi lonjakan sebesar 11,8 persen. Peningkatan nilai komoditas batubara ini memberikan multiplier effect yang cukup positif dalam ekonomi nasional," kata Ajib.

Baca juga: Ekonomi Kuartal II Tumbuh 7,07 Persen, BPS: Tertinggi sejak Tahun 2004

Meskipun begitu, Ajib menilai capaian pertumbuhan ekonomi 7,07 persen masih bersifat semi absurd karena menggunakan perbandingan pertumbuhan ekonomi kuartal II tahun lalu yang terkontraksi sangat dalam yaitu minus 5,32 persen.

Ekonomi saat itu terkontraksi akibat tekanan awal mula terjadinya pandemi dan sebagai titik awal resesi melanda Indonesia.

“Jadi, indikator pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua tahun 2021 ini masih semi absurd untuk disebut pencapaian yang luar biasa, karena pembandingnya adalah ketika terjadi konstraksi ekonomi yang terdalam," kata dia.

Lebih lanjut, Ajib berpendapat, terkait kebijakan pemerintah yang kembali menerapkan pembatasan mobilitas melalui pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sejak Juli 2021, dapat memicu kontraksi ekonomi di kuartal III/2021.

“Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat, yang kemudian terus berlanjut dengan PPKM level 1-4 akan kembali akan membuat konstraksi ekonomi. Bahkan PMI Bulan Juli 2021 menunjukkan angka 40,1," kata dia.

Baca juga: Kuartal II-2021, Ekonomi Maluku dan Papua Tumbuh Paling Tinggi

Oleh sebab itu, Ajib meminta pemerintah untuk harus kembali melonggarkan kebijakan PPKM agar ekonomi kembali bergerak.

Selain itu, Hipmi juga meminta pemerintah untuk fokus dengan mengedukasi penerapan protokol kesehatan di masyarakat disertai dengan askelerasi vaksinasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.