Ekonomi RI Tumbuh 7,07 Persen, Ekonom: Ada Pengaruh Low Base Effect di 2020

Kompas.com - 05/08/2021, 16:10 WIB
Foto dirilis Kamis (28/4/2020), menunjukkan petugas keamanan berjalan di samping kios pedagang kaki lima yang tutup akibat merebaknya Covid-19 di atas sky bridge atau Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Tanah Abang di Jakarta. Imbas wabah Covid-19, gejolak pada aspek kesehatan turut merembet ke sektor ekonomi dengan sebagian besar aktivitas ekonomi di Tanah Air terhenti. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAFoto dirilis Kamis (28/4/2020), menunjukkan petugas keamanan berjalan di samping kios pedagang kaki lima yang tutup akibat merebaknya Covid-19 di atas sky bridge atau Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Tanah Abang di Jakarta. Imbas wabah Covid-19, gejolak pada aspek kesehatan turut merembet ke sektor ekonomi dengan sebagian besar aktivitas ekonomi di Tanah Air terhenti.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 7,07 persen secara tahunan (year on year/yoy). Capaian ini menjadi titik balik bagi Indonesia keluar dari resesi ekonomi, setelah mengalami kontraksi 4 kali berturut-turut sejak kuartal II-2020.

Meski demikian, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang tinggi itu dipengaruhi faktor dari basis pertumbuhan ekonomi yang rendah (low base effect) pada kuartal II-2020 yang terkontraksi dalam.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2021 yang tercatat 7,07 persen dipengaruhi oleh faktor low base pada periode yang sama tahun 2020 dimana pertumbuhan ekonomi tercatat -5,32 persen," ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (5/8/2021).

Baca juga: Selamat Tinggal Resesi, Ekonomi Indonesia Kuartal II 2021 Tumbuh 7,07 Persen

Selain faktor low base, kinerja pertumbuhan ekonomi kuartal II-2021 sekaligus mengindikasikan adanya pemulihan ekonomi yang di dukung oleh beberapa insentif kebijakan pemerintah dalam upaya mendorong peningkatan pendapatan masyarakat.

Josua bilang, peningkatan konsumsi rumah tangga terindikasi dari penjualan otomotif, penjualan eceran, dan indeks kepercayaan konsumen. Selain itu, peningkatan investasi juga cukup signifikan di dorong oleh realisasi belanja modal yang mendukung perbaikan investasi bangunan.

"Hal itu terindikasi dari penjualan semen yang solid, serta pemulihan investasi non-bangunan terkonfirmasi dari impor barang modal," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Josua menambahkan, kendati pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2021 mencapai 7,07 persen, namun diperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2021 akan cenderung melambat. Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang melakukan pembatasan mobilitas masyarakat melalui PPKM sebagai respons dari lonjakan kasus Covid-19 varian delta.

"Pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2021 diperkirakan sekitar 2,75 persen-3,25 persen, mempertimbangkan potensi perlambatan aktivitas konsumsi masyarakat dan investasi," jelas Josua.

Sebelumnya, Kepala BPS Margo Yuwono mengungkapkan hal yang senada. Menurutnya, selain karena adanya faktor pemulihan ekonomi, pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2021 turut dipengaruhi faktor lainnya yakni low base effect.

"Selain ada faktor pemulihan ekonomi, juga karena ada faktor low base pada kuartal II tahun lalu. Jadi ada faktor lain karena kuartal II-2020 mengalami penurunan cukup banyak," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (5/8/2021).

Baca juga: Ekonomi Kuartal II Tumbuh 7,07 Persen, BPS: Tertinggi Sejak Tahun 2004



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.