Bank Indonesia Telah Serap Surat Utang Pemerintah Rp 124,13 Triliun

Kompas.com - 06/08/2021, 12:51 WIB
Ilustrasi Bank Indonesia (BI). SHUTTERSTOCKIlustrasi Bank Indonesia (BI).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) telah membeli surat utang pemerintah sebesar Rp 124,13 triliun hingga 19 Juli 2021 untuk membiayai defisit fiskal.

Gubernur Bank Indonesia mengatakan, serapan tersebut terdiri dari Rp 48,67 triliun melalui mekanisme lelang utama dan Rp 75,46 triliun melalui mekanisme lelang tambahan atau Greenshoe Option (GSO).

"Bank Indonesia melanjutkan pembelian SBN di pasar perdana sebagai bagian dari sinergi kebijakan Bank Indonesia dan Pemerintah untuk pendanaan APBN 2021," kata Perry dalam konferensi pers hasil rapat KSSK secara virtual di Jakarta, Jumat (6/8/2021).

Baca juga: Bos BI: Kebijakan Super Longgar Kami Pertahankan Sampai Tahun Depan

Perry mengungkapkan, pembelian surat utang pemerintah dilakukan untuk mendukung upaya perbaikan ekonomi lebih lanjut.

Di sisi lain, pihaknya melakukan koordinasi kebijakan dengan otoritas fiskal dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Dari sisi kebijakan moneter, bank sentral mempertahankan kebijakan suku bunga rendah dengan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI-7DRR) tetap pada level 3,50 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Keputusan sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan karena ketidakpastian pasar keuangan global, di tengah prakiraan inflasi yang rendah dan upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dari Covid-19," ucap Perry.

Kemudian, BI juga melanjutkan penambahan likuiditas ke pasar uang dan perbankan. Tercatat, penyaluran likuiditas ke perbankan sepanjang 2021 ini mencapai Rp 101,10 triliun pada tahun 2021.

Baca juga: PDB RI Kuartal II 7,07 Persen, BI: Telah Lampaui Nilai Sebelum Covid-19

"Kami melanjutkan kebijakan menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah yang sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar. Penguatan strategi operasi moneter terus dilakukan untuk memperkuat efektivitas stance kebijakan moneter akomodatif," pungkas Perry.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.