Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dorong Orang Kaya Belanja, LPS Siap Turunkan Lagi Suku Bunga Penjaminan

Kompas.com - 06/08/2021, 18:11 WIB
Fika Nurul Ulya,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengungkapkan siap kembali menurunkan suku bunga penjaminan.

Pasalnya, lembaga yang menjamin tabungan nasabah ini masih memiliki cukup ruang untuk menurunkan suku bunga penjaminan. Ruang penurunan terlihat dari spread antara suku bunga acuan Bank Indonesia dengan suku bunga penjaminan LPS.

"Kita lihat LPS masih punya ruang untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut. Di Bank Indonesia (BI) sekarang 3,5 persen, di kami masih 4 persen," kata Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers hasil rapat KSSK secara virtual di Jakarta, Jumat (6/8/2021).

Baca juga: The Fed Kembali Tahan Suku Bunga, Tapi Beri Isyarat Siap Tapering

Purbaya menuturkan, pihaknya akan melihat secara detil faktor yang memungkinkan suku bunga penjaminan kembali turun.

Penurunan suku bunga penjaminan juga mempertimbangkan faktor pemulihan ekonomi nasional. Bila suku bunga turun, ada potensi dana jumbo keluar dari perbankan.

Dana-dana jumbo ini adalah tabungan para orang tajir di atas Rp 5 miliar. Penurunan suku bunga penjaminan mungkin saja membuat orang kaya yang menikmati suku bunga besar menjadi "risih" dan kembali berbelanja.

"Orang kaya yang tadinya enggan belanja karena mungkin menikmati bunga yang besar, ketika turun lagi mungkin dia tidak akan enggan untuk belanja, sehingga mereka mulai belanja lagi," ucap Purbaya.

Tercatat selama pandemi, simpanan nasabah kaya ini justru melonjak. Mereka lebih cenderung menyimpan uangnya di perbankan alih-alih melakukan aktifitas konsumsi.

LPS mencatat, nasabah dengan saldo tabungan di atas Rp 5 miliar tumbuh 15 persen secara tahunan (year on year/yoy) di kuartal II 2021.

"Kalau orang kaya mulai belanja harusnya ekonomi semakin terdorong. Dan (masyarakat) di bawah akan menerima dampak positif dari belanja orang kaya tadi, sehingga ekonomi akan bergulir lebih cepat. Saya pikir akan mendorong pertumbuhan ekonomi," pungkas Purbaya.

Sebagai informasi, LPS telah menurunkan tingkat bunga penjaminan sebesar 50 bps untuk simpanan rupiah di bank umum dan BPR serta 50 bps untuk simpanan valas di bank umum.

Penurunan tingkat bunga penjaminan berdampak signifikan ke suku bunga perbankan. Sejak akhir kuartal IV 2020, suku bunga rata-rata rupiah di bank umum turun 91 bps dan suku bunga valas turun 19 bps.

Baca juga: BI Sebut Penurunan Suku Bunga Kredit Perbankan Masih Terbatas

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Limit Transfer BCA ke Sesama Rekening BCA dan Bank Lain Tahun 2024

Limit Transfer BCA ke Sesama Rekening BCA dan Bank Lain Tahun 2024

Whats New
Cara Beli Tiket Kapal Feri secara Online lewat Aplikasi dan Website

Cara Beli Tiket Kapal Feri secara Online lewat Aplikasi dan Website

Spend Smart
Info Tarif Parkir Inap dan Harian di Bandara Soekarno-Hatta Terbaru

Info Tarif Parkir Inap dan Harian di Bandara Soekarno-Hatta Terbaru

Spend Smart
Cara Mudah Bayar Iuran BPJS Ketenagakerjaan Pakai GoPay

Cara Mudah Bayar Iuran BPJS Ketenagakerjaan Pakai GoPay

Spend Smart
3,1 Juta Tiket Kereta Api Terjual pada Masa Angkutan Lebaran 2024, Ini Rute Favorit

3,1 Juta Tiket Kereta Api Terjual pada Masa Angkutan Lebaran 2024, Ini Rute Favorit

Whats New
3 Jalur Alternatif Arus Balik Lebaran di Jawa Barat

3 Jalur Alternatif Arus Balik Lebaran di Jawa Barat

Whats New
Menhub Targetkan Pembangunan Jalur Kereta Simpang Joglo Selesai September 2024

Menhub Targetkan Pembangunan Jalur Kereta Simpang Joglo Selesai September 2024

Whats New
Mata Uang Indonesia Diatur Secara Resmi oleh Pemerintah dalam Aturan?

Mata Uang Indonesia Diatur Secara Resmi oleh Pemerintah dalam Aturan?

Whats New
Cara Isi Saldo e-Toll BCA, BRI, BNI, dan Mandiri lewat HP

Cara Isi Saldo e-Toll BCA, BRI, BNI, dan Mandiri lewat HP

Spend Smart
Apa Mata Uang Singapura dan Berapa Nilai Tukarnya ke Rupiah?

Apa Mata Uang Singapura dan Berapa Nilai Tukarnya ke Rupiah?

Whats New
Jasa Marga Catat 471.000 Kendaraan Kembali ke Jabotabek pada Hari Puncak dan H+1 Lebaran

Jasa Marga Catat 471.000 Kendaraan Kembali ke Jabotabek pada Hari Puncak dan H+1 Lebaran

Whats New
Mengenal Mata Uang Myanmar dan Nilai Tukarnya ke Rupiah

Mengenal Mata Uang Myanmar dan Nilai Tukarnya ke Rupiah

Whats New
Jasa Marga Catatkan 16.000 Kendaraan Alami Saldo E-Toll Kurang Saat Arus Mudik

Jasa Marga Catatkan 16.000 Kendaraan Alami Saldo E-Toll Kurang Saat Arus Mudik

Whats New
H2+2 Lebaran, KAI Daop 1 Jakarta Catat Sebanyak 46.000 Lebih Penumpang Tiba di Jakarta

H2+2 Lebaran, KAI Daop 1 Jakarta Catat Sebanyak 46.000 Lebih Penumpang Tiba di Jakarta

Whats New
Ketentuan dan Cara Refund-Reschedule Tiket Damri

Ketentuan dan Cara Refund-Reschedule Tiket Damri

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com