KILAS

Petani Gorontalo Gagal Panen Akibat Hama, Kementan Sarankan Ikuti Asuransi Pertanian

Kompas.com - 06/08/2021, 19:31 WIB
Kementan berupaya tingkatkan produksi dalam negeri melalui kemudahan dan percepatan izin usaha di sektor pertanian.
DOK. Humas Kementan Kementan berupaya tingkatkan produksi dalam negeri melalui kemudahan dan percepatan izin usaha di sektor pertanian.

KOMPAS.com – Kementerian Pertanian (Kementan) menyarankan agar petani di Desa Hutabohu, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) atau asuransi pertanian.

Sebab, petani di desa tersebut sempat mengeluhkan mengalami puso atau gagal panen akibat hama penggerek batang padi.

Kementan menyebut, program AUTP merupakan solusi untuk mengatasi kerugian petani ketika terjadi gagal panen. Apalagi di tengah situasi pandemi Covid-19, yang dapat menambah keprihatinan bagi para petani.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) memastikan, asuransi pertanian akan memberikan perlindungan berupa pertanggungan ketika petani mengalami gagal panen.

Baca juga: Sarankan Petani Bali Ikut Asuransi Pertanian, Dirjen PSP: Gagal Panen Dapat Rp 6 Juta Per Hektar

Seperti diketahui, pertanian merupakan sektor yang rentan terhadap perubahan iklim dan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Maka dari itu, dengan AUTP petani akan tenang dalam mengembangkan budidaya pertanian mereka,” ujar SYL, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (6/8/2021).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil menjelaskan, program AUTP akan memberikan pertanggungan sebesar Rp 6 juta per hektar (ha) per musim tanam ketika terjadi gagal panen.

Dengan begitu, sebut dia, petani tetap dapat berproduksi dan meningkatkan produktivitas pertaniannya.

Baca juga: Berkat RJIT, Produktivitas Pertanian Poktan di Padang Pariaman Ini Melonjak

"Produktivitas pertanian tak akan terganggu meski petani mengalami gagal panen. Sebab, mereka mendapat pertanggungan dari AUTP untuk memulai kembali budidaya pertanian mereka," kata Ali.

Tak hanya produktivitas, menurut dia, tingkat kesejahteraan petani juga tidak akan terganggu meski gagal panen melanda.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.