BI Sebut Kenaikan Transaksi Digital Kerek Pertumbuhan Ekonomi RI

Kompas.com - 06/08/2021, 21:43 WIB
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti di Jakarta, Jumat (6/9/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIADeputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti di Jakarta, Jumat (6/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) menilai salah satu faktor yang mendorong ekonomi tumbuh 7,07 persen pada kuartal II-2021 adalah kenaikan transaksi digital selama masa pandemi.

Hal ini karena masyarakat kini dinilai lebih memilih untuk berbelanja online lewat e-commerce dan melakukan pembayaran secara digital.

Sejalan dengan meningkatnya transaksi digital tersebut, maka menunjukkan tingginya konsumsi masyarakat sepanjang April-Juni 2021 sehingga mengerek pertumbuhan ekonomi.

“Salah satu penguatan konsumsi masyarakat sangat dipengaruhi oleh transaksi e-commerce dan digital payment atau uang elektronik yang tumbuh sangat pesat," ujar Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti dalam acara diskusi Himbara: Indonesia Bangkit, Jumat (6/8/2021).

Baca juga: Greysia Polii dan Apriyani Rahayu Dapat Tabungan Reksa Dana Senilai Rp 300 Juta

Adapun nilai transaksi untuk di e-commerce saja mencapai Rp 186,75 triliun di sepanjang semester I-2021, atau tumbuh sebesar 63,36 persen dibandingkan periode sama di tahun lalu.

Oleh sebab itu kata Destry, BI akan terus meningkatkan kualitas dan cakupan dari sistem pembayaran. Hal ini guna mendorong pemanfaatan pembayaran digital yang sekaligus mendukung perkembangan ekonomi digital di Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dalam era Covid-19 mobilitas terhambat tapi tentu kami tidak ingin transaksi perdagangan atau transkasi ekonomi terhambat. Maka BI mendorong pemanfaatan digital payment,” ucapnya.

Menurut Destry, penguatan sistem pembayaran tersebut juga tak lepas dari keterlibatan dan koordinasi yang kuat antar lintas kementerian, bank-bank BUMN atau Himbara, serta perbankan pada umumnya.

Baca juga: Menkominfo: Pemerintah Libatkan Para Ahli Dalam Penanganan Pandemi Covid-19

"Ini menjadi salah satu faktor yang sebabkan kenapa ekonomi di kuartal II bisa tumbuh dengan kuat di level 7 persen,” ujarnya

Sebagai informasi, capaian pertumbuhan ekonomi yang sebesar 7,07 persen di kuartal II-2021, menjadi titik balik bagi Indonesia keluar dari resesi ekonomi, setelah mengalami kontraksi 4 kali berturut-turut sejak kuartal II-2020.

Sedangkan konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh sebesar 5,93 persen secara tahunan (yoy), naik signifikan dibandingkan dengan kuartal II-2020 yang terkontraksi hingga -5,52 persen.

Baca juga: Lindungi Kesehatan dan Pendapatan Mitra Pengemudi, Grab Luncurkan Program Atasi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.