Bukan Garuda, Ini Maskapai Penerbangan Pertama Milik Indonesia

Kompas.com - 07/08/2021, 13:15 WIB
Replika Indonesian Airways, Dakota RI-001 Seulawah. Pembelian pesawat ini pada 1948 menggunakan hasil patungan rakyat Aceh senilai 20 kilogram emas. KOMPAS/ARBAIN RAMBEYReplika Indonesian Airways, Dakota RI-001 Seulawah. Pembelian pesawat ini pada 1948 menggunakan hasil patungan rakyat Aceh senilai 20 kilogram emas.


JAKARTA, KOMPAS.com – Perusahaan maskapai penerbangan pertama Indonesia ternyata bukanlah Garuda Indonesia.

Pasalnya, sebelum Garuda Indonesia lahir,sudah terdapat maskapai penerbangan bernama Indonesian Airways yang beroperasi secara komersil.

Uniknya, Indonesian Airways justru tidak banyak beroperasi di Indonesia, melainkan berpusat di Burma atau yang sekarang dikenal dengan negara bernama Myanmar.

Laman resmi Garuda Indonesia juga mengakui keberadaan Indonesian Airways sebagai maskapai yang pertama kali mengoperasikan penerbangan sipil.

Baca juga: Ketika RI Jual Opium 22 Ton untuk Bayar Gaji Pegawai Pemerintah

“Penerbangan sipil Indonesia tercipta pertama kali atas inisatif Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) dengan menyewakan pesawat yang dinamai “Indonesian Airways” kepada pemerintah Burma pada 26 Januari 1949,” tulis laman resmi perusahaan Garuda Indonesia, dikutip pada Sabtu (7/8/2021).

Bagaimana bisa Indonesian Airways beroperasi di Myanmar dan seperti apa nasib perjalanan maskapai tersebut? Simak ulasan mengenai maskapai penerbangan pertama Indonesia berikut ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pembelian pesawat Dakota RI-001

Keberadaan Indonesian Airways tak lepas dari pembelian pesawat Dakota yang diberi nomor Register RI-001 yang kelak dikenal dengan RI-001 Seulawah. Dikutip dari laman resmi TNI AU, pesawat ini dibeli dari hasil dana Dakota yang dibentuk atas gagasan KSAU Komodor Udara S Suryadarma.

Dalam pengumpulan dana Dakota tersebut, Presiden Sukarno berpidato untuk pertama kalinya pada tanggal 16 Juni 1948 di Hotel Aceh Kuta Raja. Pidato yang disampaikan mampu menggugah semangat rakyat Sumatera, khususnya di Aceh.

“Dengan serta merta terbentuklah Panitia Dana Dakota yang diketuai oleh Djuned Yusuf dan Muhammad Al Habsji. Dalam waktu dua hari masyarakat Aceh telah berhasil mengupulkan uang 130.000 straits dollar,” tulis laman TNI AU dikutip pada Sabtu (7/8/2021).

Untuk pelaksanaan pembelian pesawat terbang, AURI menugaskan Opsir Muda Udara II Wiweko Supono sebagai ketua misi pembelian yang dibantu oleh Opsir Muda Udara III Nurtanio Pringgodisuryo.

Baca juga: RI Pernah Ekspor Opium, Jejak Pabriknya Ada di Kampus UI Salemba

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.