7 Panduan Budidaya Lobster Air Tawar, dari Memilih Wadah hingga Panen

Kompas.com - 08/08/2021, 13:52 WIB
Darminto Salah seorang Anggota Pembudidaya Lobster Air Tawar Menunjukkan Lobster air Tawar di Pulutan, Wonosari, Gunungkidul Rabu (24/3/2021) KOMPAS.COM/MARKUS YUWONODarminto Salah seorang Anggota Pembudidaya Lobster Air Tawar Menunjukkan Lobster air Tawar di Pulutan, Wonosari, Gunungkidul Rabu (24/3/2021)
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Budidaya lobster saat ini menjadi salah satu peluang bisnis yang menghasilkan untung. Sebagai salah satu komoditas perikanan yang menjanjikan, lobster air tawar bisa dibudidayakan dalam skala kecil.

Seperti diketahui, lobster memiliki harga per kilogramnya mencapai Rp 200.000 - Rp300.000. Namun budidayanya bisa memanfaatkan lahan yang ada di sekitar tempat tinggal.

Guna memanfaatkan peluang tersebut, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Medan, memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang bagaimana melakukan pembenihan lobster air tawar.

Adapun panduan budidaya lobster sebagai berikut:

1. Wadah/media pembenihan

Dalam pembenihan lobster air tawar, Anda perlu menyediakan beberapa wadah untuk pembenihan lobster air tawar, yaitu akuarium, bak plastik atau fiberglass, dan kolam semen, di mana keseluruhannya membutuhkan peralatan pendukung.

Baca juga: Mau Beli Rumah Bebas Pajak? Simak Ketentuan Berikut

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Manurut Kepala Puslatluh KP Lilly Aprilya Pregiwati, penggunaan akuarium sebagai wadah pembenihan lobster air tawar dapat disesuaikan dengan luas ruangan yang ada. Akuarium untuk Lobster air tawar dapat dibuat dengan panjang 1 meter, lebar 0,5 meter, dan tinggi 0,4 meter.

“Ketinggian maksimal air dalam akuarium 30 cm. Akuarium sebesar itu cukup untuk memelihara satu paket induk (5 betina dan 3 jantan) atau 100 ekor bernih ukuran 1 inci,” kata Lilly melalui siaran pers, Minggu (8/8/2021).

2. Sumber/kualitas air

Lilly mengatakan, untuk penggunaan bak plastik atau fiberglass, pada perinsipnya sama dengan penggunaan akuarium. Bahan fiberglass lebih tahan dari pada kaca akuarium yang mudah pecah. Namun, harganya lebih mahal ketimbang kaca akuarium.

Sementara itu untuk kolam semen, membutuhkan biaya yang sangat besar. Karena itu, dalam budidaya Lobster air tawar skala rumah tangga, kolam semen hanya digunakan untuk tempat memijahkan induk untuk pembesaran.

Baca juga: Minat Beli Saham Bukalapak, Jangan Lupa Pelajari Laporan Keuangannya

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.