PPKM Diperpanjang Lagi, Pertumbuhan Ekonomi Bisa Kembali Anjlok

Kompas.com - 10/08/2021, 12:52 WIB
Ilustrasi perekonomian Indonesia. Shutterstock/David CarilletIlustrasi perekonomian Indonesia.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah kembali memperpanjang PPKM Level 4 di beberapa wilayah Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali. PPKM Level 4 di Jawa-Bali diperpanjang hingga 16 Agustus 2021, sedangkan di luar Jawa Bali hingga 23 Agustus 2021.

Peneliti Indef Ahmad Heri Firdaus mengatakan, perpanjangan PPKM pada bulan Agustus ini akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2021.

Ia memproyeksi, tren pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2021 akan terbalik dibanding pertumbuhan ekonomi kuartal III-2020.

"Kalau dampak dibanding kuartal III tahun lalu (year on year/yoy), dengan kuartal III saat ini jelas sepertinya ada penurunan," kata Ahmad Heri Firdaus saat dihubungi Kompas.com, Selasa (10/8/2021).

Baca juga: PPKM Level 4 Diperpanjang sampai Tanggal Berapa Lagi? Ini Kata Luhut

Pada kuartal III-2020, ekonomi Indonesia menunjukan tren perbaikan dari minus 5,23 persen pada kuartal II-2020 jadi minus 3,49 persen pada kuartal III-2020.

Sedangkan pada kuartal II-2021, ekonomi Indonesia tumbuh 7,07 persen. Oleh karena itu, Ahmad memproyeksi tren ekonomi Indonesia akan turun pada kuartal III-2021.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Heri mengungkapkan, PPKM membuat pergerakan orang dan kegiatan ekonomi berkurang. Maka, aktivitas produksi seperti penjualan dan konsumsi akan menurun.

Sedangkan pada kuartal III tahun lalu, aktivitas ekonomi mulai kembali menggeliat setelah relaksasi PSBB. Namun di kuartal III-2021 ini, pemerintah justru memperketat mobilitas akibat gelombang kedua varian Delta Covid-19 mulai menyebar.

"(Bulan) Julinya aja sudah banyak pengetatan, diperpanjang (sampai) Agustus berupa PPKM (Level 4) jelas mempengaruhi kinerja pertumbuhan ekonomi dibanding kuartal III tahun lalu. Triwulan III tahun kemarin kita sudah mulai agak pulih, tapi triwulan III sekarang malah sebaliknya," tuturnya.

Kendati begitu kata Heri, dampak perpanjangan PPKM berbeda dengan PPKM sebelumnya, mengingat ada beberapa perubahan pembatasan.

Baca juga: Aturan Pembukaan Mal: Bioskop dan Tempat Bermain Anak Tetap Tutup

Misalnya, pusat perbelanjaan saat ini boleh beroperasi dan dikunjungi konsumen dengan memperlihatkan kartu vaksin. Sedangkan anak-anak dan manula masih belum boleh mengunjungi pusat keramaian karena lebih rentan.

"Kita lihat pusat perbelanjaan secara bertahap (boleh) buka, tapi dengan ada aturan harus pakai sertifikat vaksin, prokes ketat, memang agak berbeda dengan PPKM awal," ucap dia.

Lagipula dia berujar, masyarakat sudah bisa menyesuaikan diri untuk terus melakukan aktifitas ekonomi saat PPKM Level 3 dan PPKM Level 3 masih berlaku. Adaptasi yang cepat ini mampu membantu mereka pulih dan lebih baik dibanding PPKM sebelumnya.

"Jadi memang dampaknya ke ekonomi tetap ada, tapi tidak separah awal-awal PPKM Darurat karena masyarakat sudah bisa menyesuaikan diri bagaimana melakukan kegiatan ekonomi di tengah PPKM," pungkasnya.

Baca juga: 34 Perusahaan Batu Bara Dilarang Ekspor, Ini Kata Asosiasi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.