Tolak Opsi PKPU, Serikat Karyawan Garuda Indonesia Sambangi Kantor Erick Thohir

Kompas.com - 10/08/2021, 13:29 WIB
Karangan bunga Serikat Bersama Karyawan Garuda Indonesia yang bertuliskan permohonan agar pemerintah tidak mengambil opsi Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) untuk menyelamatkan Garuda Indonesia yang tengah terlilit utang. KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULYKarangan bunga Serikat Bersama Karyawan Garuda Indonesia yang bertuliskan permohonan agar pemerintah tidak mengambil opsi Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) untuk menyelamatkan Garuda Indonesia yang tengah terlilit utang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Serikat bersama karyawan Garuda Indonesia yang terdiri dari Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga), Asosiasi Pilot Garuda (APG) Muzaeni, Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (Ikagi) menyambangi kantor Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Tujuannya meminta tolong agar maskapai pelat merah itu diselamatkan.

Pada kesempatan itu mereka sekaligus memberikan karangan bunga yang bertuliskan harapan agar pemerintah tidak mengambil opsi Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) untuk menyelamatkan Garuda Indonesia yang tengah terlilit utang.

Baca juga: Peter Gontha Kembali Ingin Mundur dari Komisaris Garuda Indonesia, Ada Apa?

"Kedatangan kami ke kantor Kementerian BUMN dalam rangka menyampaikan permohonan dukungan terkait dengan kondisi Garuda saat ini. Intinya adalah kami sangat mengharapkan dukungan dari Pak menteri BUMN terkait kondisi Garuda," ujar Koordinator Serikat Bersama (Sekber) Serikat Karyawan Garuda Indonesia Tomy Tampatty ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (10/8/2021).

Ia menjelaskan, sebanyak enam perwakilan karyawan Garuda Indonesia dari berbagai divisi, termasuk pilot dan awak kabin, yang datang untuk menyampaikan aspirasinya ke Erick.

Sayangnya, mereka tak bisa menjumpai Erick lantaran pihak Kementerian BUMN menyatakan sedang melakukan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sehingga hanya karangan bunga yang diterima oleh Kementerian BUMN.

"Tadi cuma disampaikan lagi mereka karena WFH jadi enggak bisa masuk, ya sudah kami taruh saja (karangan bunganya), setelah itu kami balik," jelas Tomy.

Baca juga: Aercap Cabut Gugatan Pailit terhadap Garuda Indonesia

Kendati gagal bertemu Erick, Tomy menekankan, bahwa karyawan Garuda Indonesia mengharapkan restrukturisasi utang Garuda dilakukan dengan opsi satu, yakni pemberian pinjaman atau suntikan ekuitas alias modal.

Selain itu, pihaknya memohon agar dalam RUPS Garuda Indonesia pada 13 Agustus 2021 mendatang, Erick dapat mengambil keputusan yang terbaik demi keberlangsungan bisnis maskapai milik negata tersebut.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.