OJK Temukan 110 Kasus Pelanggaran Investasi, Paling Banyak Terkait Transaksi dan Lembaga Efek

Kompas.com - 10/08/2021, 15:07 WIB
Logo OJK KOMPAS.com/BAMBANG P. JATMIKOLogo OJK

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, hingga 9 Agustus 2021, telah melakukan pemeriksaan sebanyak 110 kasus, terdiri atas 43 kasus terkait transaksi dan lembaga efek, 39 kasus mengenai emiten dan perusahaan publik, 15 kasus terkait pengelolaan investasi serta 13 kasus mengenai profesi penunjang Pasar Modal.

Selain itu, terdapat 2 kasus pelanggaran di bidang Pasar Modal yang diteruskan kepada Satuan Kerja Penyidikan dengan dugaan pelanggaran ketentuan terkait manipulasi pasar atas transaksi perdagangan saham.

"OJK juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, apabila mengetahui, mengalami atau menemukan pelanggaran di bidang Pasar Modal atau yang terkait dengan investasi agar segera melaporkan kepada OJK. Melalui telepon sentral OJK di 157," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen dalam konfrensi pers virtualnya, Selasa (10/8/2021).

Baca juga: OJK Pertimbangkan untuk Perpanjang Kebijakan Restrukturisasi Kredit Perbankan

Dalam periode tersebut, OJK telah menetapkan 386 surat sanksi, yang terdiri dari 19 sanksi peringatan tertulis, 26 sanksi pembekuan izin, 1 sanksi pencabutan izin, dan 340 sanksi administratif berupa denda. Adapun jumlah denda seluruhnya mencapai Rp 57,7 miliar.

Selain itu, OJK juga menerbitkan 49 perintah tertulis.

Untuk terus memberikan perlindungan kepada investor, OJK telah mengeluarkan berbagai kebijakan diantaranya POJK Nomor 65/POJK.04/2020 & SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2021 tentang Pengembalian Keuntungan Tidak Sah (Disgorgement) dan Dana Kompensasi Kerugian Investor (Disgorgement Fund) di Bidang Pasar Modal,

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tujuannya untuk memulihkan hak-hak investor yang dirugikan akibat adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. 

Caranya dengan memberikan perintah tertulis kepada pelaku pelanggaran untuk mengembalikan sejumlah keuntungan yang diperoleh/kerugian yang dihindari secara tidak sah/melawan hukum.

Baca juga: Satgas Waspada Investasi: Hanya 121 Pinjol yang Terdaftar di OJK, Lainnya Ilegal

Pemberian Notasi Khusus terhadap Perusahaan Tercatat, yang bertujuan dua aspek yakni aspek performa/kinerja perusahaan dan aspek kepatuhan dari perusahaan atas ketentuan peraturan perundang-undangan.

Saat ini, telah ada 14 Notasi Khusus yang diharapkan dapat memberikan gambaran kepada investor sebelum bertransaksi saham perusahaan tersebut.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.