Ada OSS, Bahlil Yakin Investasi Tetap Tembus Rp 900 Triliun Tahun Ini

Kompas.com - 12/08/2021, 12:30 WIB
Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam webinar Prospek dan Tantangan Industri Beterai Nasional yang digelar secara virtual, Kamis (24/6/2021). (Tangakapan Layar) KOMPAS.com/ ELSA CATRIANAMenteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam webinar Prospek dan Tantangan Industri Beterai Nasional yang digelar secara virtual, Kamis (24/6/2021). (Tangakapan Layar)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia tetap optimistis mencapai target realisasi investasi Rp 900 triliun tahun ini, meski terjadi penyebaran varian Delta dan pembatasan mobilitas sejak 1,5 bulan lalu.

Optimisme didapat karena menurut Bahlil, pengusaha cepat beradaptasi mengatasi situasi sulit, selain adanya pengembangan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau Online Single Submission (OSS) yang baru diluncurkan.

Melalui aplikasi perizinan berusaha itu, pelaku usaha bisa mendaftarkan usahanya dari rumah tanpa memakan biaya dan waktu, utamanya usaha berisiko rendah seperti Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Baca juga: Menko Airlangga Yakin Tren Investasi dari Jepang Akan Menggeliat Tahun Ini

"Banyak orang tanya saya, apakah masih optimis untuk bisa sampai Rp 900 triliun? Saya katakan bahwa betul di kuartal III adalah masa berat karena kita ada PPKM. Tapi pengusaha otaknya harus tidak boleh menyerah pada kondisi," kata Bahlil dalam webinar OSS RBA, Kamis (12/8/2021).

Bahlil mengungkapkan, adaptifnya pengusaha ketika pandemi Covid-19 terlihat pada realisasi investasi BPKM sepanjang semester I tahun 2021. Perolehan investasi pada tahun 2021 ini sudah 49,2 persen dari target Rp 900 triliun.

Penanaman Modal Asing (PMA) pada kuartal II 2021 mencapai Rp 116,8 triliun atau 52,4 persen, hampir seimbang dengan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang jumlahnya Rp 106,2 triliun atau 47,6 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Persebaran investasi juga sudah lebih tinggi di luar Pulau Jawa dengan persentase 51 persen, sedangkan di Pulau Jawa mencapai 49 persen. Fenomena ini sudah terjadi pada kuartal III 2020.

Baca juga: Dapat Investasi Rp 24,6 Triliun, Chandra Asri Bakal Bangun Kompleks Petrokimia Terintegrasi Kedua

"(Bagi pengusaha) Di setiap ada kesusahan, di situ ada secercah harapan yang harus dia ciptakan. Pengusaha yang hebat adalah pengusaha yang mampu keluar dari masa sulit," ucap Bahlil.

Bahlil lantas mengakui, realisasi investasi itu terjadi karena pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan selama 5 tahun terakhir. Pun masih ditambang dengan sentuhan lain, seperti reformasi regulasi termasuk OSS.

Diakuinya, hal tersebut membuat dia optimistis realisasi Rp 900 triliun tahun ini bisa terwujud.

"Potret ini memberikan harapan baru bagi saya dan Kementerian Investasi bahwa ke depan kita mesti optimis dengan kerja keras untuk menyongsong masa depan Indonesia yang lebih baik," pungkas Bahlil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.