Kompas.com - 12/08/2021, 15:39 WIB
Penandatanganan kerja sama antara KKP dengan Pemkab Kebumen dalam pembangunan shrimp estate pertama di RI. Ground breaking rencananya bakal mulai dilakukan pada Desember 2021. Dok. KKPPenandatanganan kerja sama antara KKP dengan Pemkab Kebumen dalam pembangunan shrimp estate pertama di RI. Ground breaking rencananya bakal mulai dilakukan pada Desember 2021.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen untuk pengembangan kawasan budidaya udang terintegrasi (shrimp estate) di wilayah tersebut.

Penandatanganan perjanjian kerja sama terkait pengembangan tersebut berlangsung di Jakarta, Kamis (12/8/2021).

Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) KKP, Tb Haeru Rahayu dengan Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto dan disaksikan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.

Baca juga: Melihat Urgensi Bangun Food Estate untuk Hadapi Ancaman Krisis Pangan Saat Pandemi

“Dengan adanya satu bentuk model ini (shrimp estate) ke depannya pembangunan kawasan budidaya udang dapat dikelola secara modern dan baik," kata Trenggono dalam siaran pers, Kamis (12/8/2021).

Trenggono juga mengungkap, lewat shrimp estate bakal ada satu standar kualitas meliputi instalasi, kualitas air, maupun kualitas kawasan pesisir. Pun di depan lokasi shrimp estate harus penuh dengan hutan mangrove agar tak terjadi abrasi.

"Saya meyakini jika model ini berhasil, maka dapat dikembangkan di wilayah lain menggunakan model yang sama dengan pengembangan potensi budidaya di masing-masing wilayah," beber dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Shrimp estate sendiri adalah skema budidaya udang berskala besar dari hulu hingga hilir yang berada dalam satu kawasan. Proses produksi pun didukung oleh teknologi agar hasil panen lebih optimal, mencegah penyakit, serta lebih ramah lingkungan.

Hal ini sesuai dengan konsep budidaya terintegrasi, yakni dengan pendekatan konsep hulu-hilir, korporasi perikanan budidaya berbasis kawasan dan zero waste, hilirisasi produk perikanan budidaya, akuakultur modern 4.0, serta pengelolaan kawasan budidaya tambak udang.

"Harus jadi inspirasi bahwa pembangunan bisa dihasilkan dari kolaborasi pemerintah pusat dan daerah seperti ini. Terlebih di pesisir nantinya kita bisa menurunkan tingkat kemiskinan masyarakat pesisir," ucap Trenggono.

Sementara itu, Kabupaten Kebumen memiliki potensi untuk pengembangan budidaya udang vaname melalui skema kawasan budidaya tambak udang terintegrasi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.