Sandiaga: Perempuan Jadi Game Changer Ekonomi Kreatif di RI

Kompas.com - 12/08/2021, 17:19 WIB
Sandiaga Uno tentang revitalisasi toilet di tempat wisata Dok. KemenparekrafSandiaga Uno tentang revitalisasi toilet di tempat wisata

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menilai, perempuan menjadi game changer dari ekonomi kreatif di Indonesia.

Pasalnya, 56 persen pelaku usaha ekonomi kreatif di Indonesia didominasi oleh perempuan. Terlebih, kontribusi ekonomi kreatif Indonesia merupakan peringkat tiga besar dunia dalam PDB, di bawah AS dengan Hollywood dan Korea dengan K-Pop.

“Perempuan mendominasi ekonomi kreatif di Indonesia yaitu mencapai 56 persen. Saya optimistis perempuan akan menjadi game changer yang mendorong ekonomi kreatif di Indonesia,” kata Sandiaga Uno dalam Webinar Menumbuhkan Ekonomi Kreatif untuk UMKM Indonesia, Kamis (12/8/2021).

Baca juga: Sandiaga Uno: Ekonomi Kreatif Indonesia Masuk 3 Besar di Dunia

Sandi menuturkan, Indonesia kini berada di posisi ketiga dengan angka ekspansi Rp 1.000 triliun terhadap PDB. Fokus ekonomi kreatif Indonesia ada di tiga sub sektor yaitu kuliner, fesyen dan griya.

Dengan potensi itu, menurut Sandi, perempuan mandiri akan jadi salah satu game changer pasca pandemi.

“Para perempuan yang terlibat dalam ekonomi kreatif termasuk program Aqua Home Service merupakan pejuang UMKM yang layak mendapatkan penghormatan," beber Sandi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop UKM, Eddy Satria menambahkan, usaha mikro dan kecil adalah sektor yang kondisi keuangannya paling terdampak karena sebagian besar tidak memiliki uang tunai dan tabungan atau uang akan habis dalam satu bulan.

Tercatat, hanya sebagian kecil UMKM atau kurang dari 10 persen yang memiliki tabungan.

Baca juga: Ekonomi Kreatif Bisa Menjadi Berkontribusi Lebih Besar ke Perolehan Pajak

Untuk itu, salah satu upaya pemerintah melalui Kemenkop UMK adalah dengan menganggarkan dana untuk program dana Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM).

Tercatat, pada 2020, pemerintah sudah menganggarkan Rp 700 triliun untuk program tersebut melalui Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPEN).

"Dan tentu saja hampir sama di 2021, sekitar Rp 700 trilun, seperenam untuk UMKM kita. Selain kita bantu infastruktur organisasi, kita juga bantu bantuan-bantuan BLT, Banpres dan KUR,” pungkas Eddy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.