Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Soal Temuan Beras Menggumpal dari Bulog, Ini Respon Buwas

Kompas.com - 13/08/2021, 00:05 WIB
Muhammad Idris

Penulis

Sumber Antara

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menjamin kualitas beras untuk Bantuan Beras PPKM yang diberikan kepada 8,8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tidak rusak dan tidak berkutu.

"Standar Bulog bilamana mengeluarkan beras CBP tidak begitu saja dikeluarkan. Harus melalui rice to rice proccesing minimal. Kalau proses sudah dilalui, jangan dibilang ada kutu, telurnya saja tidak mungkin," kata Buwas, sapaan akrabnya, dilansir dari Antara, Jumat (13/8/2021).

Buwas mengungkapkan Bantuan Beras PPKM menggunakan stok beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dengan kualitas medium yang ada di gudang Bulog.

Ia menekankan beras CBP bukanlah beras komersil dengan kualitas premium, namun dia memastikan kualitasnya tetap terjaga.

Baca juga: Bulog Distribusikan Beras PPKM Tahap II kepada 8,8 juta Penerima

"Beras ini tidak bisa dijual oleh Bulog, ini beras pemerintah. Jangan ada pemahaman Bulog cari untung atau menjual. Kualitas juga dijamin, walaupun medium tapi kualitasnya sudah ditentukan," kata Budi Waseso.

Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menugaskan Perum Bulog untuk menyalurkan Bantuan Beras PPKM tahap II kepada 8,8 juta KPM di seluruh Indonesia. Pendistribusian beras PPKM tersebut akan dilakukan oleh PT Pos Indonesia dan perusahaan logistik DNR Corporation.

Buwas juga menjawab mengenai adanya beras bantuan PPKM yang menggumpal yang diterima oleh masyarakat di Pandeglang Banten.

Menurut dia, jumlah beras yang menggumpal tersebut hanya tiga karung dari total 464 karung yang didistribusikan di daerah tersebut sehingga tidak bisa mewakilkan kualitas beras secara keseluruhan.

Baca juga: Beras Bantuan PPKM di Pandeglang Menggumpal, Bulog Minta Maaf

Dia menjelaskan penyebab beras yang menggumpal tersebut dikarenakan terkena tetesan air hujan saat proses pendistribusian. Namun Bulog segera mengganti beras yang menggumpal tersebut dengan beras baru yang berkualitas.

"Beras yang rusak gak perlu tunggu lama-lama, langsung ganti," ujar Budi Waseso.

Ia menjelaskan setiap ada beras tidak berkualitas yang ditarik kembali dari masyarakat oleh Bulog, akan dilakukan pemeriksaan di laboratorium dan ditelusuri penyebab kerusakan. Ia mengungkapkan di lapangan kerap terjadi penukaran beras Bulog dengan beras tidak berkualitas yang merugikan masyarakat.

Praktik tersebut dilakukan dengan menukar beras Bulog dengan beras berkualitas rendah namun masih menggunakan karung milik Bulog.

Untuk hal ini, Budi Waseso menegaskan akan ditelusuri oleh kepolisian dan kejaksaan untuk ditindaklanjuti secara hukum.

Baca juga: Bulog: Jika Ada Beras Bantuan PPKM Kualitas Buruk, Langsung Kami Ganti

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

PAM Jaya Buka Lowongan Kerja hingga 24 Juni 2024, Simak Persyaratannya

PAM Jaya Buka Lowongan Kerja hingga 24 Juni 2024, Simak Persyaratannya

Work Smart
Apa Saja Keuntungan Investasi Reksadana?

Apa Saja Keuntungan Investasi Reksadana?

Work Smart
Gandeng Dukcapil, OJK Tingkatkan Pengawasan Sektor Jasa Keuangan

Gandeng Dukcapil, OJK Tingkatkan Pengawasan Sektor Jasa Keuangan

Whats New
Pemanfaatan Gas Domestik Hanya Naik 10 Persen dalam 10 Tahun Terakhir

Pemanfaatan Gas Domestik Hanya Naik 10 Persen dalam 10 Tahun Terakhir

Whats New
IHSG Ditutup Menguat di Akhir Pekan, Saham PGEO Naik 10 Persen

IHSG Ditutup Menguat di Akhir Pekan, Saham PGEO Naik 10 Persen

Whats New
Catat, Ini Honor Petugas dan Pengawas Pilkada 2024

Catat, Ini Honor Petugas dan Pengawas Pilkada 2024

Whats New
Ada Gangguan Sistem Imigrasi, Angkasa Pura Tambah Petugas Operasional di Bandara

Ada Gangguan Sistem Imigrasi, Angkasa Pura Tambah Petugas Operasional di Bandara

Whats New
Kian Tertekan, Rupiah Dekati Rp 16.500 Per Dollar AS

Kian Tertekan, Rupiah Dekati Rp 16.500 Per Dollar AS

Whats New
Hong Kong Jadi Kota Termahal di Asia, Harga Tanah Capai Rp 74 Juta Per Meter Persegi

Hong Kong Jadi Kota Termahal di Asia, Harga Tanah Capai Rp 74 Juta Per Meter Persegi

Whats New
Pertamina International Shipping Raup Laba Rp 5,4 triliun Sepanjang 2023, Naik 60,94 Persen

Pertamina International Shipping Raup Laba Rp 5,4 triliun Sepanjang 2023, Naik 60,94 Persen

Whats New
Cara Beli Tiket Konser Bruno Mars lewat Livin' by Mandiri

Cara Beli Tiket Konser Bruno Mars lewat Livin' by Mandiri

Whats New
Mendag Zulhas Bakal Perketat Impor Produk Keramik

Mendag Zulhas Bakal Perketat Impor Produk Keramik

Whats New
Investor Khawatir APBN Prabowo, Menko Airlangga: Jangan Mendiskreditkan, Indonesia dalam Situasi Bagus

Investor Khawatir APBN Prabowo, Menko Airlangga: Jangan Mendiskreditkan, Indonesia dalam Situasi Bagus

Whats New
Tahun Ini, Sedekah Kurban BPKH Ambil Tema Berkelanjutan dan Sasar Daerah Terpencil

Tahun Ini, Sedekah Kurban BPKH Ambil Tema Berkelanjutan dan Sasar Daerah Terpencil

Whats New
KAI Buka Rekrutmen Pegawai dari Jenjang SMA hingga S1, Ini Formasinya

KAI Buka Rekrutmen Pegawai dari Jenjang SMA hingga S1, Ini Formasinya

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com