Cerita Wapres soal Wakaf: Pesawat Pertama RI hingga Monas

Kompas.com - 13/08/2021, 12:37 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin di acara Pelantikan Pamong Praja Muda Lulusan IPDN Angkatan XXVIII Tahun 2021 yang digelar secara luring dan daring, Selasa (3/8/2021). Dok. KIP/SetwapresWakil Presiden Ma'ruf Amin di acara Pelantikan Pamong Praja Muda Lulusan IPDN Angkatan XXVIII Tahun 2021 yang digelar secara luring dan daring, Selasa (3/8/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin mengungkapkan, dana wakaf pernah berkontribusi dalam pembangunan sejak masa kemerdekaan.

Dana wakaf bahkan pernah digunakan untuk pembelian pesawat udara pertama RI hingga pembangunan Monumen Nasional.

"Pada awal kemerdekaan Indonesia, gerakan wakaf pernah dilakukan oleh masyarakat Aceh berupa pembelian pesawat pertama RI yang menjadi cikal bakal Garuda Indonesia," kata Ma'ruf dalam webinar Gerakan Sadar Wakaf di Jakarta, Jumat (13/8/2021).

Baca juga: Wapres Maruf Amin Ingin Wakaf Bisa Berbentuk Saham hingga Deposito

Tak hanya di Indonesia kata Ma'ruf, praktik wakaf ini sudah banyak diadopsi oleh negara maju untuk pembangunan ekonomi. Praktik wakaf banyak diterapkan di negara non muslim, seperti Amerika Serikat, Singapura, hingga Thailand.

Di AS, masyarakat muslim membentuk sebuah lembaga wakaf alias Awqaf Public Foundation. Dana wakaf ini banyak dimanfaatkan untuk mengurangi kemiskinan mendukung target sustainable development goals/SDGs.

"Begitu pula di negara lain, melalui lembaga yang berbeda-beda, peran dan pemanfaatan wakaf yang begitu besar telah dirasakan oleh negara di dunia," tutur Ma'ruf.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemanfaatan dana wakaf lebih masif lagi di negara-negara muslim. Di Mesir misalnya, dana wakaf dikembangkan melalui investasi infrastruktur, seperti pengelolaan terusan Suez selain dalam pembiayaan Universitas Al-Azhar.

Di Kuwait, dana wakaf berkembang dalam berbagai proyek investasi pembangunan, pertokoan, properti, selain masjid-masjid.

"Dengan demikian, dana wakaf dapat terus berkembang dengan memberikan manfaat kepada umat. Oleh karena itu, maka wakaf dinamakan sebagai shadaqah jariyah yang pahalanya mengalir terus kepada pemberi wakaf (waqif)," sebut Ma'ruf.

Baca juga: Realisasi Wakaf Uang Masih Kecil, Kemenkeu: Masih Jauh di Bawah Potensinya

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.