IKAPPI: Mendag Harus Hati-hati Bicara soal Pasar Tradisional

Kompas.com - 13/08/2021, 15:31 WIB
Pasar Manggis Setiabudi Jakarta, Kamis (27/12/2018) KOMPAS.com/Ambaranie Pasar Manggis Setiabudi Jakarta, Kamis (27/12/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) meminta Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi untuk berhati-hati bicara terkait pasar tradisional.

Sebelumnya, Mendag dalam akun instagram resminya menyebut syarat vaksin di pasar tradisional mungkin ditiadakan.

Wasekjen Bidang Infokam IKAPPI Ainul Hikam mengatakan, pernyataan Mendag tak sepenuhnya sesuai dengan fakta lapangan. Misalnya pasar Jakarta di bawah PD Pasar Jaya, salah satunya Pasar Tanah Abang, mewajibkan syarat vaksinasi.

Baca juga: Berbelanja ke Pasar Tradisional Dimungkinkan Tanpa Antigen dan Vaksin

Namun, jika melihat postingan Lutfi, dia sudah mencantumkan pengecualian pasar di Jakarta sesuai aturan Pemprov DKI.

"Mendag harus sering melakukan observasi di pasar tradisional agar mengerti dan tahu secara langsung kondisi pasar dan para pedagang yang sekarang sudah mau untuk di vaksin dan mematuhi prokes sesuai dengan anjuran pemerintah," ujar Ainul dalam keterangannya, dikutip Kompas.com, Jumat (13/8/2021).

IKAPPI turut menyesalkan pernyataan Kemendag, tentang perbandingan mal dan pasar tradisional. Sebab menurut dia, pernyataan tersebut membuktikan bahwa Kemendag tidak responsive terhadap pasar tradisional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pasar tradisional adalah pondasi ekonomi rakyat. Pasar tradisional adalah pusat distribusi pangan rakyat. Pasar tradisional adalah tulang punggung ekonomi rakyat dan jika diabaikan, atau dianak tirikan maka mustahil perekonomian di saat carut marut PPKM dan menurunnya ekonomi nasional bisa pulih kembali," ungkap Ainul Hakim.

Baca juga: Catat, Pemerintah Tak Kenakan Pajak untuk Sembako di Pasar Tradisional

Dia menilai, pasar tradisional adalah aset turun temurun yang dimiliki negeri ini. Maka dari itu IKAPPI meminta Kemendag untuk berhati-hati bersikap atau menyatakan pendapat, karena justru dinilai, mencederai hati pedagang pasar di Indonesia.

IKAPPI mengklaim bahwa perhatian Kemendag terhadap pasar tradisional sangat minim dan pernyataan-pernyataan yang dilontarkan membuktikan bahwa kecintaan Kemendag terhadap pasar tradisional diragukan.

Hal ini jugalah kata dia, yang menjadi catatan penting bagi IKAPPI agar Kemendag bisa memperbaiki diri.

 "Pasar tradisional adalah pahlawan ekonomi bangsa ini disaat krisis menerpa negeri," ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.