Luhut: Pemda Enggak Perlu Tutup-tutupi Data Kasus Covid-19

Kompas.com - 13/08/2021, 21:09 WIB
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rakor virtual terkait rehabilitasi mangrove, Jakarta, Selasa (10/11/2020). Dokumentasi Humas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan InvestasiMenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rakor virtual terkait rehabilitasi mangrove, Jakarta, Selasa (10/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta pemerintah daerah (pemda) terbuka terkait data mengenai kasus Covid-19 di daerahnya. Hal ini untuk bisa menyikapi kebijakan yang tepat guna menekan penularan.

Hal itu disampaikan Luhut saat dirinya meninjau langsung beberapa fasilitas isolasi terpusat (isoter), sentra vaksinasi dan berdialog dengan masyarakat di kawasan Kota Malang dan Kota Batu, Jawa Timur pada hari ini Jumat (13/8/2021).

Ia menjelaskan, dengan semakin masifnya upaya pemerintah untuk melakukan proses 3T atau testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan), dan treatment (pengobatan), vaksinasi, fasilitas isoter, serta pengadaan peralatan pengobatan, maka Pemda diminta tidak menutup-nutupi data terkait Covid-19.

Baca juga: Holding BUMN Jasa Survei Dorong UMKM Nasional Tingkatkan Daya Saing

"Saya titip kepada pemda enggak perlu ada angka-angka yang ditutupi. Biar saja dibuka, itu masalah kita rame-rame kok. Enggak ada yang salah, yang salah kalau kita tutupi, kalau kita patuh dengan protokol itu pasti (angka kasus aktif) turun," ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (13/8/2021).

Luhut menilai, pandemi Covid-19 bisa diatasi jika adanya kerja sama setiap pihak, tak terkecuali pemda dan masyarakat. Ia mencontohkan, seperti upaya pemerintah untuk mengkarantina penderita Covid-19 di fasilitas isolasi terpusat (isoter) Buleleng, Bali sehingga wilayah tersebut relatif aman.

"Jadi jangan khawatir mengenai angka (kasus aktif), biar saja tinggi, nanti kalau sudah kita obati pasti turun," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya, alasan perlunya penderita Covid-19 dirawat di fasilitas isoter karena untuk kasus dengan gejala sedang hingga berat bila ditangani di rumah bisa berakibat fatal. Sedangkan, di fasilitas isoter dokter, perawat, tenaga kesehatan (nakes) lainnya hingga obat-obatan tersedia secara gratis.

Baca juga: Pemerintah Tak Lagi Tempatkan Dana PEN di BRI, Mandiri, dan BNI

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.