Mau Investasi Reksadana Saham? Perhatikan 3 Hal Ini

Kompas.com - 16/08/2021, 08:39 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

Misalkan 10 persen dari komposisi portofolio kita ditempatkan di reksadana saham, maka sisanya bisa ditempatkan di investasi lainnya yang risikonya cenderung lebih rendah, seperti reksadana pendapatan tetap dan reksadana pasar uang.

2. Pastikan perusahaan Manajer Investasi terpercaya

Manajer Investasi (MI) memiliki peranan yang sangat penting dalam mengelola dana investasi para investor reksadana. Oleh karena itu, kamu harus mencari tahu rekam jejak MI yang akan mengelola danamu. Untuk memastikannya, kamu bisa melakukan Cek legalitas MI di situs OJK (https://reksadana.ojk.go.id/Public/ManajerInvestasiList.aspx).

“Kita juga bisa memeriksa rekam jejak MI melalui situs perusahaan MI maupun beragam artikel berita. Selain itu, ada baiknya untuk mengetahui perusahaan yang terafiliasi dengan MI tersebut, para profesional di dalamnya, serta tata kelola perusahaan yang diterapkan di MI tersebut,” tegas dia.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Reksadana

3. Pahami strategi pengelolaan

Ada banyak reksadana saham yang bisa dipilih, masing-masing reksadana saham memiliki strategi pengelolaan yang berbeda. Ada yang menggunakan tema investasi berdasarkan kapitalisasi pasar, syariah, konvensional, ESG, dan lain sebagainya), atau berdasarkan sektor tertentu (infrastruktur, teknologi, dan lain lain), atau pun dari cara strategi pengelolaan.

“Kita harus mendapat informasi lengkap mengenai hal tersebut, memilih yang paling sesuai dengan tujuan investasi kita. Perhatikan konsistensi kinerja reksa dana untuk periode menengah panjang salah satu faktor yang penting diperhatikan adalah peringkat dan konsistensi kinerja reksadana,” ujarnya.

Freddy menjelaskan, beberapa perusahaan domestik maupun global mengadakan pemeringkatan reksadana. Salah satu perusahaan pemeringkat yang terpercaya adalah Morningstar Rating.

Perusahaan pemeringkat global ini memberikan rating bintang 1-5 terhadap produk dengan usia minimal 3 tahun yang telah melalui proses perhitungan berdasarkan Morningstar Risk-Adjusted Return yang meliputi kinerja bulanan produk dan konsistensi kinerja produk.

“Walaupun tidak selalu harus digunakan, rating tersebut dapat menjadi pertimbangan memilih reksadana. Di sisi lain, potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia juga menjadibagi peluang investasi reksadana saham, dengan mencermati risiko saat ini, dan pada saat yang sama juga menangkap peluang jangka panjang,” tegas dia.

Baca juga: Greysia Polii dan Apriyani Rahayu Dapat Tabungan Reksa Dana Senilai Rp 300 Juta

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.