Kompas.com - 16/08/2021, 09:38 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020). ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAKaryawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah di awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (16/8/2021). Sementara rupiah untuk sementara berhasil menguat di awal perdagangan pasar spot pagi ini.

Melansir data RTI, pukul 09.06 WIB, IHSG berada pada level 6.108,73 atau turun 30,7 poin (0,5 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.139,49.

Sebanyak 164 saham bergerak di zona hijau dan 187 saham di zona merah. Sedangkan 180 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 933,9 miliar dengan volume 2,18 miliar saham.

Baca juga: Jokowi Pidato Nota Keuangan, Bagaimana Proyeksi IHSG Hari Ini?

Bursa saham Asia mayoritas merah, dengan penurunan Indeks Nikkei 1,86 persen, indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,24 persen, dan indeks Strait Times terkoreksi 0,42 persen. Sedangkan indeks komposit Shanghai berhasil menguat 0,36 persen.

Head of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menyebut, di awal pekan Bursa Asia bersiap mengawali pekan dengan bergerak stabil karena investor menanti data penting di China untuk mengukur bagaimana dampak dari strain virus delta pada pemulihan ekonomi dari pandemi.

Dari dalam negeri, investor akan bersikap hati-hati menyambut libur kemerdekaan Indonesia pada hari selasa dan menanti data neraca perdagangan pada hari rabu. Sehingga secara sentimen IHSG berpotensi menguat terbatas diawal pekan.

“IHSG berada pada jalur trend positif, menuju resistance 6.205 hingga 6.250 sebagai resistance channeling trend selanjutnnya. Sehinga secara teknikal peluang penguatan IHSG diawal pekan cukup terbuka dengan support resistance 6.104 sampai 6.205. Indikator stochastic menjenuh pada momentum bearishnya berpotensi reversal jangka pendek,” ungkap Lanjar dalam rekomendasinya.

Baca juga: Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini menguat. Melansir Bloomberg, pukul 09.11 WIB rupiah berada pada level Rp 14.386 per dollar AS, atau menguat 2 poin (0,02 persen) dibanding penutupan sebelumnya Rp 14.388 per dollar AS.

Analis Pasar Uang Ariston Tjendra mengatakan, sentimen pasar keuangan terlihat negatif terhadap aset berisiko pagi ini dengan melemahnya indeks-indeks saham regional.

"Dengan sentimen tersebut, rupiah mungkin bisa ikut melemah hari ini," kata Ariston kepada Kompas.com.

Baca juga: Mau Investasi Reksadana Saham? Perhatikan 3 Hal Ini

Ariston juga mengatakan, pasar masih mengamati laju kenaikan kasus baru Covid-19 di dunia varian delta. Di sisi lain, jumlah kasus Covid-19 yang dilaporkan mulai turun bisa menjadi sentimen positif.

Ariston memproyeksikan hari ini rupiah akan bergerak pada kisaran Rp 14.400 per dollar AS hingga Rp 14.360 per dollar AS.

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.