Jokowi Minta Struktur Penopang Ekonomi RI Diubah Jadi Investasi dan Ekspor

Kompas.com - 16/08/2021, 10:03 WIB
Ilustrasi ekspor dan impor. SHUTTERSTOCKIlustrasi ekspor dan impor.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta struktur penopang ekonomi diubah, dari yang sebelumnya bertumpu pada konsumsi rumah tangga menjadi ke sektor yang lebih produktif dengan mendorong hilirisasi, investasi, dan ekspor.

“Struktur ekonomi kita yang selama ini lebih dari 55 persen dikontribusikan oleh konsumsi rumah tangga, harus terus kita alihkan menjadi lebih produktif dengan mendorong hilirisasi, investasi dan ekspor,” ujarnya dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR, DPR, dan DPD, Senin (16/8/2021).

Ia mengatakan, fokus pemerintah saat ini menciptakan sebanyak mungkin lapangan pekerjaan baru yang berkualitas melalui implementasi Undang-Undang Cipta Kerja yang akan terus di percepat.

Baca juga: Jokowi: Pandemi Covid-19 Memacu Kita Terobos Ketidakmungkinan...

Selain itu, melalui penerapan sistem Online Single Submission (OSS) yang telah diluncurkan pada pekan lalu. Sistem OSS ini dibuat untuk mempermudah semua level dan jenis usaha, terlebih bagi jenis-jenis usaha yang berisiko rendah.

"Urusan perizinan, pengurusan insentif dan pajak bisa dilakukan jauh lebih cepat, lebih transparan, dan lebih mudah,” kata Jokowi.

Jokowi menyatakan, adanya sistem OSS ini harus dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya. Apalagi pada periode Januari-Juni 2021, realisasi Investasi Indonesia, tidak termasuk sektor hulu migas dan jasa keuangan, tercatat mencapai Rp 442,8 triliun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Secara rinci, investasi itu masuk ke luar Pulau Jawa mencapai 51,5 persen dan sebesar 48,5 persen masuk di Pulau Jawa. Nilai Investasi tersebut pun telah menyerap lebih dari 620.000 tenaga kerja Indonesia.

Oleh sebab itu, Jokowi berharap kinerja investasi di semeseter-II akan semakin terdongkrak sehingga mampu memenuhi target pemerintah yakni mencapai Rp 900 triliun.

"Penambahan investasi di bulan-bulan ke depan ini kita harapkan bisa memenuhi target Rp 900 triliun, serta menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakkan perekonomian secara lebih signifikan," ucap Jokowi.

Baca juga: Jokowi: Krisis, Resesi, dan Pandemi Itu Seperti Api...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.