Kompas.com - 16/08/2021, 10:31 WIB
Ilustrasi UMKM bertransaksi menggunakan fasilitas layanan dari BRI Dok Humas BRIIlustrasi UMKM bertransaksi menggunakan fasilitas layanan dari BRI

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko widodo (Jokowi) menegaskan, peningkatan kelas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tetap menjadi prioritas utama pemerintah.

Menurut Presiden, peningkatan kelas ini sejalan dengan rencana pemerintah dalam menarik investasi di Indonesia untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Asal tahu saja, pemerintah ingin mengalihkan struktur ekonomi dari yang berbasis konsumsi masyarakat menjadi sektor yang lebih produktif, yakni melalui investasi dan ekspor.

Baca juga: Ada Pandemi, Jokowi Jamin Agenda Menuju Indonesia Maju Tetap Utama

"Peningkatan kelas pengusaha UMKM menjadi agenda utama. Berbagai kemudahan disiapkan untuk menumbuhkan UMKM, termasuk kemitraan strategis dengan pengusaha besar agar cepat masuk dalam rantai pasok global," kata Jokowi dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR, DPR, dan DPD, Senin (16/8/2021).

Jokowi berharap, kemitraan strategis itu dapat meningkatkan daya saing produk UMKM, serta meningkatkan pemerataan dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Ekosistem investasi dan kolaborasi di dunia usaha juga dimaksud untuk memperkuat perkembangan ekonomi berbasis inovasi dan teknologi, khususnya ke arah ekonomi hijau dan ekonomi biru berkelanjutan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Perkembangan sektor pangan terus kita upayakan untuk membangun kemandirian pangan. Transformasi menuju energi baru dan terbarukan, serta akselerasi ekonomi berbasis teknologi hijau, akan menjadi perubahan penting dalam perekonomian kita," ujar Jokowi.

Tak hanya itu, pemerintah memberikan perhatian serius untuk akses pasar bagi produk-produk dalam negeri. Pihaknya kata Jokowi, mendorong pengembangan ekosistem digital untuk meningkatkan produktifitas masyarakat.

Baca juga: Jokowi: Pandemi Covid-19 Memacu Kita Terobos Ketidakmungkinan...

Tercatat digitalisasi UMKM yang masuk ke aplikasi perdagangan elektronik dan lokapasar terus bertambah. Sampai Agustus 2021, sudah lebih dari 14 juta UMKM atau 22 persen dari total UMKM.

Pada tahun 2020, nilai transaksi perdagangan digital Indonesia mencapai lebih dari Rp 253 triliun. Nilai ini diperkirakan akan meningkat menjadi Rp 330,7 triliun di tahun 2021.

"Partisipasi dalam ekonomi digital ini sangat penting karena potensinya yang sangat besar dan mempermudah UMKM untuk masuk ke rantai pasok global," tandas Jokowi.

Baca juga: Ingin Mencairkan BPUM UMKM? Ini Caranya agar Tidak Antre



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.