Polytama Propindo Terbitkan Obligasi dan Sukuk Ijarah II, Ini Tenornya

Kompas.com - 18/08/2021, 13:02 WIB
Ilustrasi penjualan sukuk. (Dok. Shutterstock) Ilustrasi penjualan sukuk.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Polytama Propindo Tbk (PLTM) menerbitkan instrumen pasar modal dalam bentuk Obligasi II sebesar Rp 400 miliar dan Sukuk Ijarah II Rp 300 miliar.

Direktur Utama PLTM Didik Susilo mengatakan, kedua instrumen tersebut akan digunakan untuk modal kerja, proyek granule dan pengadaan tangki propylene.

Obligasi II dan Sukuk Ijarah II masing-masing akan diterbitkan dalam Seri A dengan tenor 3 tahun (jatuh tempo 8 September 2024) dan seri B, dengan tenor 5 tahun (jatuh tempo 8 September 2026).

"Credit Guarantee & Investmen Facility, a trust fund of Asian Development Bank (CGIF) akan bertindak sebagai penanggung penuh atas seluruh bunga obligasi dan pokok obligasi, serta cicilan imbalan ijarah dan sisa imbalan ijarah yang wajib dibayar," ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu (18/8/2021).

CGIF adalah lembaga dana perwalian (Trust Fund) dari Asian Development Bank dan dimiliki bersama oleh negara-negara ASEAN, Jepang, Republik Rakyat Cina dan Korea Selatan. CGIF memiliki fungsi utama sebagai pemberi jaminan kredit untuk penerbitan obligasi bermata uang lokal oleh emiten-emiten di wilayah ASEAN+3, termasuk Indonesia.

Baca juga: Per 13 Agustus, Realisasi Anggaran Program PEN Capai Rp 320,35 triliun

PT Pemeringkat Indonesia (Pefindo) telah memberikan peringkat idAAA (cg) untuk Obligasi II dan idAAAsy (cg) untuk Sukuk Ijarah II tersebut. Dalam penerbitan obligasi tersebut, Polytama Propindo menunjuk PT Indo Premier dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi. Sementara Bank Mandiri sebagai wali amanat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perseroan yang mengusung merek dagang Masplene itu pada tahun 2020 membukukan pertumbuhan volume penjualan sebesar 10,1 persen (year on year/yoy) dan Ebitda sebesar 19 juta dollar AS.

Dari sisi aset pada 2020, mencapai 197,27 juta dollar AS, naik dari tahun 2019 sebesar 177,82 juta dollar AS. Sedangkan posisi per 31 Maret 2021, posisi aset mencapai 198,68 juta dollar AS. Jumlah liabilitas pada tahun 2020, mencapai 145,522 juta dollar AS, sementara posisi per 31 Maret 2021 sebesar 136,435 juta dollar AS.

PLTM meraup 87,071 juta dollar AS dari penjualan pada kuartal I-2021. Sementara laba berjalan yang dicatat pada kuartal I tahun ini mencapai 10,499 juta dollar AS naik dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar 8,913 juta dollar AS.

Baca juga: Diskon Pajak Pembelian Mobil Diperpanjang, namun Dengan Besaran 25 Persen



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.