Impor Juli 2021 Capai 15,11 Miliar Dollar AS, BPS: Ada Indikasi Baik Aktivitas Ekonomi Berjalan

Kompas.com - 18/08/2021, 14:38 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono saat melaporkan kinerja ekspor-impor bulan Juni tahun 2021 di Gedung BPS Jakarta, Kamis (15/7/2021). Dok. Badan Pusat StatistikKepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono saat melaporkan kinerja ekspor-impor bulan Juni tahun 2021 di Gedung BPS Jakarta, Kamis (15/7/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai impor Indonesia pada Juli 2021 mencapai 15,11 miliar dollar AS. Realisasi itu turun 12,22 persen dibandingkan Juni 2021 (month to month/mtm) yang sebesar 17,22 miliar dollar AS.

Meski demikian, dibandingkan Juli 2020 atau secara tahunan (year on year/yoy) yang sebesar 10,46 miliar dollar AS, laju impor di bulan lalu naik signifikan mencapai 44,44 persen.

"Tren impor Indonesia pada tahun ini alami peningkatan dibandingkan 2020. Namun turun dibandingkan Juni 2021, penurunan terjadi karena impor migas dan nonmigas yang juga turun," ujar Kepada BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers virtual, Rabu (18/8/2021).

Baca juga: Kuartal I Tembus 7 Persen, BPS: Ekonomi Kuartal III Akan Bergantung pada Penanganan Kesehatan

Ia menjelaskan, menurut penggunaan barang, nilai impor di seluruh kelompok memang mengalami penurunan secara bulanan. Terdiri dari impor konsumsi turun 1,22 persen, bahan baku/penolong turun 12,37 persen, dan barang modal turun 18,58 persen.

Namun bila melihat penggunaan barang secara tahunan, nilai impor diseluruh kelompok mengalami peningkatan. Secara rinci, impor konsumsi naik 45,97 persen, bahan baku/penolong naik 54,61 persen, dan barang modal naik 5,38 persen.

Margo mengatakan, bila melihat dari strukturnya, impor pada Juli 2021 didominasi golongan bahan baku/penolong yakni mencapai 75,55 persen dari total impor. Sementara porsi impor barang modal sebesar 13,71 persen dan konsumsi sebesar 10,74 persen.

Menurutnya, porsi impor bahan baku/penolong di bulan lalu, terlebih bila dilihat secara tahunan yang meningkat pesat, mengindikasikan bahwa perekonomian Indonesia sudah mulai pilih di 2021, setelah sepanjang tahun kemarin tertekan akibat pandemi Covid-19.

"Jadi ini indikasi baik, kalau dibandingkan secara yoy, itu artinya masih ada permintaan bahan baku yang menandakan aktivitas ekonomi di domestik masih ada di sana, karena industri masih membutuhkan bahan baku dari impor," jelasnya.

Secara rinci, komoditas impor di Juli 2021 dibandingkan Juni 2021 yang mengalami peningkatan nilai tertinggi yakni produk farmasi sebesar 185,9 juta dollar AS, lalu bijih, terak, dan abu logam 80,7 juta dollar AS.

Kemudian ampas/sisa industri makanan sebesar 79,8 juta dollar AS, kendaraan bermotor/komponennya dalam keadaan terbongkar tidak lengkap 12,9 juta dollar AS, serta garam, belerang, batu, dan semen 10,8 juta dollar AS.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.