Uji Coba Pembukaan Industri Esensial, Luhut Minta Perusahaan Tak Lengah

Kompas.com - 19/08/2021, 06:35 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan saat menemui wartawan usai memantau pelaksanaan vaksinasi di Gedung Setda Kabupaten Sleman. KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan saat menemui wartawan usai memantau pelaksanaan vaksinasi di Gedung Setda Kabupaten Sleman.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan meminta kementerian dan lembaga terkait untuk memeriksa jenis industri yang bisa dibuka untuk diusulkan.

"Saya tidak mau lagi karena kelengahan dan ketidakdisiplinan kita nanti delta varian ini naik lagi, saya mohon diperhatikan. Kemampuan Peduli Lindungi ini saya sudah minta betul ke Kominfo dan Telkom untuk diperhatikan agar aplikasinya dapat berjalan dengan baik," ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu (18/8/2021).

Sebelum memulai uji coba tersebut, ia meminta agar tiap perusahaan mewajibkan para pekerjanya untuk menggunakan aplikasi Peduli Lindungi sebagai bagian dari protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Baca juga: Industri Esensial, Orientasi Ekspor dan Padat Karya akan Diterapkan WFO 100 Persen

"Perusahaan dalam daftar dan para karyawan wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk melakukan screening (pelacakan). Kemenperin dan pemda agar dapat melakukan pengawasan atas implementasi uji coba ini. Diharapkan jajaran di daerah, bupati/wali kota, Kapolres, dan Dandim dapat mendukung program uji coba protokol kesehatan ini," perintahnya.

Sementara itu, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa di wilayah Jawa dan Bali terdapat 17.833 pemegang Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI).

Namun setelah diterbitkannya Surat Edaran (SE) Menperin No. 3/2021 tentang Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) pada masa pandemi Covid-19 ini hanya 11.976 pemegang IOMKI.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Industri Esensial, Orientasi Ekspor dan Padat Karya akan Diterapkan WFO 100 Persen

Penurunan jumlah pemegang IOMKI tersebut jelas Menperin, disebabkan ketidakpatuhan perusahaan dalam penerapan protokol kesehatan sehingga izin tersebut dicabut.

"Karena tidak menaati protokol kesehatan dan melakukan pelanggaran lainnya," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.