PT Tower Bersama Infrastructure Umumkan Penerbitan Obligasi Rupiah

Kompas.com - 20/08/2021, 06:46 WIB
Ilustrasi Obligasi, obligasi adalah, apa itu obligasi, arti obligasi, pengertian obligasi, perbedaan saham dan obligasi, contoh obligasi, jenis obligasi KOMPAS/LASTI KURNIAIlustrasi Obligasi, obligasi adalah, apa itu obligasi, arti obligasi, pengertian obligasi, perbedaan saham dan obligasi, contoh obligasi, jenis obligasi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mengumumkan penyelesaian penerbitan Obligasi Berkelanjutan V Tower Bersama Infrastructure Tahap I Tahun 2021 (Obligasi TBIG V Tahap I) dalam program obligasi baru senilai Rp 15 triliun.

Total penerbitan Obligasi TBIG V Tahap I sebesar Rp 1,2 triliun pada tingkat bunga tetap 4,25 persen untuk tenor 370 hari.

Obligasi TBIG V Tahap I adalah setara kewajiban senior tanpa jaminan khusus dari TBIG dan memiliki pembayaran bunga setiap kuartal.

Baca juga: Akuisisi 3.000 Menara Telekomunikasi, Tower Bersama Gelontorkan Rp 3,9 Triliun

CFO TBIG Helmy Yusman Santoso mengatakan, program obligasi tahap I dari Penawaran Umum Keberlanjutan senilai Rp 15 triliun yang berlaku untuk dua tahun.

Nantinya, TBIG akan menggunakan dana tersbut untuk pembayaran sebagian kewajiban finansial dari Entitas Anak Perseroan.

“Bisnis kami memiliki visibilitas arus kas yang kuat dan pertumbuhan yang kuat dan kami berharap dapat secara reguler mengakses pasar obligasi Rupiah seiring dengan pertumbuhan bisnis kami. Setelah dikurangi biaya penerbitan, dana akan digunakan untuk pembayaran sebagian kewajiban finansial dari Entitas Anak Perseroan, khususnya Fasilitas Pinjaman Revolving 375 juta dollar AS dari Credit Facilities yang ada,” ungkap Helmy melalui siaran pers, Kamis (19/8/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Obligasi TBIG V Tahap I akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 20 Agustus 2021.

Baca juga: Polytama Propindo Terbitkan Obligasi dan Sukuk Ijarah II, Ini Tenornya

Per 31 Maret 2021, total pinjaman kotor (gross debt) Perseroan, jika bagian pinjaman dalam mata uang dollar AS yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya, adalah sebesar Rp 26,8 triliun dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp 11,5 triliun.

Adapun total pinjaman kotor (gross debt) dan total gross senior debt pada kuartal pertama 2021 meningkat karena penarikan pinjaman bank untuk mendanai pembelian 3.000 aset menara dari PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) yang ditempatkan sebagai saldo kas menunggu penyelesaian transaksi pembelian aset ini pada awal April 2021.

Dengan saldo kas yang mencapai Rp 5,1 triliun, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp 21,7 triliun dan total pinjaman senior bersih (net senior debt) Perseroan menjadi Rp 6,4 triliun.

Menggunakan EBITDA kuartal pertama 2021 yang disetahunkan, rasio pinjaman senior bersih terhadap EBITDA adalah 1,3x dan pinjaman bersih terhadap EBITDA adalah 4,4x.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.