Garuda Indonesia Pangkas Jumlah Pegawai, 1.691 Karyawan Pensiun Dini

Kompas.com - 20/08/2021, 12:55 WIB
Pekerja melakukan bongkar muat kargo dari pesawat Garuda Indonesia saat tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blangbintang, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Jumat (9/4/2021). Pemerintah menerbitkan aturan pengendalian transportasi mudik, baik moda darat, udara, laut dan perkeretaapian pada 6 - 17 Mei 2021, dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Ampelsa/aww. ANTARA FOTO/AMPELSAPekerja melakukan bongkar muat kargo dari pesawat Garuda Indonesia saat tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blangbintang, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Jumat (9/4/2021). Pemerintah menerbitkan aturan pengendalian transportasi mudik, baik moda darat, udara, laut dan perkeretaapian pada 6 - 17 Mei 2021, dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Ampelsa/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengalami krisis keuangan akibat dihantam pandemi Covid-19.

Sejumlah langkah pun diambil agar maskapai pelat merah tetap bisa terbang, salah satunya pengurangan jumlah karyawan.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, perseroan melakukan efisiensi pada jumlah karyawan untuk mengimbangi dengan minimnya jumlah penerbangan.

Baca juga: Jumlah Penumpang Turun, Garuda Indonesia Berharap Penerbangan Umrah Dibuka

Saat ini pihaknya tengah menyelesaikan proses pensiun dini sejumlah karyawan.

"Perseroan dengan berat hati, namun tetap melakukan langkah-langkah yang kita sebut rasionalisasi SDM (sumber daya manusia)," ujar Irfan dalam konferensi pers virtual, Kamis (19/8/2021).

Garuda Indonesia menawarkan program pensiun sebanyak dua tahap yang diikuti 1.691 karyawan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tahap pertama di 2019 diikuti 591 karyawan dan tahap kedua pada 2021 sebanyak 1.100 karyawan.

Irfan mengatakan, proses penyelesaian program pensiun dini tahap dua masih berlangsung, yang pembayarannya akan dilakukan secara bertahap mempertimbangkan kondisi dan kemampuan perusahaan.

Baca juga: Perkara Garuda Indonesia dan Rolls Royce Berujung Damai

Setidaknya pada program kedua ini, perusahaan butuh dana sekitar 30 juta dollar AS.

"Program tahap kedua ini membutuhkan dana sekitar 30 juta dollar AS yang akan dilaokasikan dari dana operasional perusahaan tiap bulannya," imbuh dia.

Selain pensiun dini, Garuda Indonesia juga mengurangi jumlah pekerja dengan mempercepat penyelesaian kontrak terhadap karyawan dengan status kontrak atau perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT).

"Jadi kami selesaikan kontrak lebih cepat, namun demikian kewajiban perusahaan terhadap karyawan tersebut tetap kami penuhi," kata Irfan.

Maskapai milik negara ini juga menghentikan sementara perekrutan karyawan baru. Di sisi lain, perseroan juga menekan beban operasional dengan merumahkan para pilot secara bergantian.

Baca juga: Strategi Bertahan Garuda Indonesia, Garap Kargo dan Masuk Bisnis Fesyen

Selain itu, Garuda Indonesia juga memangkas gaji karyawan hingga direksi mencapai 50 persen demi menjaga keuangan perusahaan agar tetap dapat beroperasi di tengah pandemi.

"Pemotongan hingga 50 persen dari total penghasilan juga dilakukan sampai dengan kondisi perseroan membaik," pungkas Irfan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.