Pemerintah China Bakal Atur Harta Orang Terkaya, Untuk Apa?

Kompas.com - 20/08/2021, 13:28 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
Penulis Mutia Fauzia
|


BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah China berencana untuk mengatur kekayaan miliarder atau konglomerat setempat. Dilansir dari The Straits Times yang mengutip Bloomberg, Jumat (20/8/2021), Presiden Xi Jinping telah memberikan pengumuman yang menawarkan konsep pemerataan kesejahteraan yang di dalamnya mengatur mengenai kebijakan redistribusi kekayaan China.

Sejak Xi Jinpin menjabat sebagai presiden pada tahun 2012 lalu, partai penguasa telah memperioritaskan kebijakan untuk mengakhiri kemiskinan dan membangun masyarakat makmur yang merata.

Menurut partai penguasa, hal itu merupakan tujuan utama untuk mempromosikan kesejahteraan sekaligus memperkuat pemerintahan.

Baca juga: Perdagangan RI Juli 2021 Surplus dengan AS, Defisit terhadap China

Saat ini, kesenjangan pendapatan di China memang cenderung tinggi.

Berdasarkan data terakhir, 20 persen orang terkaya di China memiliki pendapatan 10 kali lipat lebih besar ketimbang 20 persen orang termiskin. Data tersebut tidak berubah sejak tahun 2015 lalu.

Pemerintah China pun telah melakukan beragam upaya untuk menekan angka kemiskinan, terutama di daerah pedesaan.

Baru-baru ini, pemerintah China tengah membidik orang-orang yang berada di kelas atas dengan memperketat aturan di industri teknologi.

Pada pertemuan Komite Sentral untuk Urusan Keuangan dan Ekonomi Partai Komunis beberapa waktu lalu disebutkan, pemerintah tengah mendetilkan strategi baru untuk menargetkan masyarakat kelas atas.

Pemerintah berjanji untuk memperkuat aturan dan menyesuaikan orang-orang berpendapatan tinggi, perlindungan pendapatan hukum, menyesuaikan pendapatan yang berlebihan secara wajar, dan mendorong kelompok dan perusahaan berpenghasilan tinggi untuk bisa memberi lebih banyak kepada masyarakat.

Baca juga: Pemerintah China Larang Jasa Bimbingan Belajar Tarik Bayaran

Di saat bersamaan, pemerintah China juga berencana untuk meningkatkan jumlah penduduk kelas menengah, serta meningkatkan pendapatan kelompok kelas bawah serta melarang pendapatan dengan sumber yang tidak terdeteksi untuk keadilan sosial.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mau Beli Minyak Goreng? Simak Perbandingan Harganya di Indomaret, Alfamart, dan Griya Yogya

Mau Beli Minyak Goreng? Simak Perbandingan Harganya di Indomaret, Alfamart, dan Griya Yogya

Spend Smart
Kembali Turun, Ini Jumlah Utang Luar Negeri Indonesia pada Kuartal I-2022

Kembali Turun, Ini Jumlah Utang Luar Negeri Indonesia pada Kuartal I-2022

Whats New
Laba Bersih PT Timah Melesat Menjadi Rp 601 Miliar Sepanjang Kuratal I-2022

Laba Bersih PT Timah Melesat Menjadi Rp 601 Miliar Sepanjang Kuratal I-2022

Rilis
BSI Akan Rights Issue Senilai Rp 5 Triliun Pada Kuartal III-2022

BSI Akan Rights Issue Senilai Rp 5 Triliun Pada Kuartal III-2022

Whats New
BEI Bakal Luncurkan Produk Waran Terstruktur, Seperti Apa?

BEI Bakal Luncurkan Produk Waran Terstruktur, Seperti Apa?

Whats New
Dukung Pemberdayaan UMKM, Bank Mandiri Salurkan KUR Senilai Rp 14,41 Triliun Hingga April 2022

Dukung Pemberdayaan UMKM, Bank Mandiri Salurkan KUR Senilai Rp 14,41 Triliun Hingga April 2022

Rilis
GoTo: Pesanan di Tokopedia yang Diantar GoSend Melonjak Selama Ramadhan 2022

GoTo: Pesanan di Tokopedia yang Diantar GoSend Melonjak Selama Ramadhan 2022

Rilis
Harga Batu Bara Naik Signifikan, ITMG Kantongi Laba Bersih 213 Juta Dollar AS

Harga Batu Bara Naik Signifikan, ITMG Kantongi Laba Bersih 213 Juta Dollar AS

Whats New
PT KAI Imbau Penumpang Cermati Syarat Perjalanan Terbaru

PT KAI Imbau Penumpang Cermati Syarat Perjalanan Terbaru

Whats New
Operator Bandara Optimistis Syarat Perjalanan Udara Terbaru Bisa Naikkan Jumlah Penumpang Pesawat

Operator Bandara Optimistis Syarat Perjalanan Udara Terbaru Bisa Naikkan Jumlah Penumpang Pesawat

Whats New
Prokes Dilonggarkan, Masih Wajib Gunakan PeduliLindungi?

Prokes Dilonggarkan, Masih Wajib Gunakan PeduliLindungi?

Whats New
Cek Kurs Rupiah Hari Ini di CIMB Niaga hingga Bank Mandiri

Cek Kurs Rupiah Hari Ini di CIMB Niaga hingga Bank Mandiri

Whats New
TURI Akan Tebar Dividen Rp 48 Per Saham

TURI Akan Tebar Dividen Rp 48 Per Saham

Whats New
Erick Thohir Jelaskan Penyebab Menumpuknya Utang BUMN Karya

Erick Thohir Jelaskan Penyebab Menumpuknya Utang BUMN Karya

Whats New
Pendaftar Sekolah Kedinasan Lanjut Tahap SKD, Kementerian PAN-RB: Tidak Ada Ruang Kecurangan

Pendaftar Sekolah Kedinasan Lanjut Tahap SKD, Kementerian PAN-RB: Tidak Ada Ruang Kecurangan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.