Fasilitas Rumah Dinas untuk Anggota DPR kemungkinan Diganti Jadi Tunjangan

Kompas.com - 20/08/2021, 16:00 WIB
Rionald Silaban.
KOMPAS.COM/M LATIEFRionald Silaban.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membuka opsi untuk mengalihkan rumah dinas DPR/MPR RI menjadi tunjangan. Hal ini menyusul adanya isu pengambilalihan rumah dinas para anggota dewan itu di wilayah Kalibata, Jakarta Selatan.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu, Rionald Silaban menyebut, opsi bermula ketika Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI memanggilnya beberapa waktu lalu.

Pemanggilan bermaksud untuk mendiskusikan nasib rumah dinas, mengingat Kemenkeu adalah pengelola Barang Milik Negara (BMN).

Baca juga: Pidato di DPR, Jokowi Tak Bahas soal Kenaikan Gaji PNS Tahun Depan

"BURT memikirkan, ada enggak cara lebih baik daripada DPR disediakan rumah dinas? Apakah disediakan rumah dinas atau disediakan tunjangan," kata Rio dalam konferensi pers DJKN, Jumat (20/8/2021).

Namun, kata Rio, diskusi peralihan rumah dinas menjadi tunjangan ini masih berproses. Karena menyangkut anggaran, maka Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kemenkeu yang akan berdiskusi lebih lanjut soal ini.

Adapun DJKN berada di hilir yang mengurus rumah dinas sebagai bagian dari BMN. Bila rumah dinas diganti menjadi tunjangan, maka DJKN yang akan mengelola kembali rumah tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami di DJKN ada di hilir. Hulunya itu ada di DJA (Direktorat Jenderal Anggaran) karena ini kaitannya dengan tunjangan, Ini masih berproses diskusinya," ucap Rio.

Lebih lanjut Rio menuturkan, Kementerian Keuangan tidak ada maksud untuk mengambil alih rumah dinas tersebut. Hanya saja kata dia, BURT DPR RI sempat memanggilnya beberapa waktu lalu untuk mendiskusikan rumah dinas.

Sebab, rumah dinas yang merupakan BMN harus dikelola kembali oleh Kemenkeu bila beralih menjadi tunjangan.

Baca juga: Banggar DPR: Utang Pemerintah Bengkak karena Memang Butuh Uang...

 

Dalam beberapa kesempatan, BMN yang dikelola oleh Kemenkeu akan diserahkan kepada K/L yang membutuhkan, sehingga lebih menghemat anggaran dibanding membangun rumah baru.

"Untuk kendaraan misalnya, ini mau disediakan kendaraan atau tunjangannya? Kalau tunjangan, supaya enggak dobel, rumah itu dikembalikan ke negara. Bukan Kemenkeu mau ambil alih, lho. Diskusi ini masih berproses," pungkas Rio.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.