Banyak yang Tak Percaya Covid-19, Para Menteri Minta Bantuan Tokoh Agama

Kompas.com - 21/08/2021, 01:19 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) memimpin upacara pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara Jakarta, Rabu (23/12/2020). Presiden melantik enam menteri untuk menggantikan posisi menteri lama (reshuffle) dan lima wakil menteri, diantaranya Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial, Sakti Wahyu Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama, Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan, Sandiaga Salahudin Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta M Lutfi sebagai Menteri Perdagangan. ANTARA FOTO/HO/Setpres-Agus Suparto/wpa/hp.
ANTARA FOTO/AGUS SUPARTOPresiden Joko Widodo (kanan) memimpin upacara pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara Jakarta, Rabu (23/12/2020). Presiden melantik enam menteri untuk menggantikan posisi menteri lama (reshuffle) dan lima wakil menteri, diantaranya Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial, Sakti Wahyu Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama, Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan, Sandiaga Salahudin Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta M Lutfi sebagai Menteri Perdagangan. ANTARA FOTO/HO/Setpres-Agus Suparto/wpa/hp.

JAKARTA, KOMPAS.com –Menteri anggota Kabinet Indonesia Maju ramai-ramai meminta bantuan kepada tokoh agama untuk menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pengendalian Covid-19.

Hal itu disampaikan sejumlah pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengundang pemuka agama untuk memberikan penjelasan terkait penanganan pandemi Covid-19.

Dalam forum yang digelar secara virtual pada Jumat (20/8/2021) tersebut, Luhut mengajak tokoh agama untuk berkolaborasi dalam mengendalikan pandemi Covid-19.

Baca juga: Luhut Minta Ekosistem Logistik Nasional Dipantau secara Berkala

“Indonesia kini telah berangsur-angsur membaik, tetapi kita harus tetap waspada dan tidak lelah untuk mengajak masyarakat bersama-sama melawan pandemi ini,” ujar Luhut dalam keterangan resminya, dikutip pada Sabtu (21/8/2021).

Luhut menegaskan pentingnya peran serta para pemuka agama untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang anjuran protokol kesehatan (prokes) 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjauhi kerumunan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia juga menekankan pentingnya vaksinasi serta upaya 3T yaitu testing, tracing dan treatment. Ia turut mengundang para epidemolog untuk menjelaskan tentang karakteristik Varian Delta serta bagaimana skenario penanggulangannya.

Tak lupa, Luhut juga meminta agar tiap tokoh agama bersedia mengedukasi masyarakat supaya mau masuk ke fasilitas isolasi terpusat (Isoter) bila terpapar Covid-19.

“Jangan malu kalau terkena, kalau bisa segera diajak untuk dirawat di isoter, dan jangan berkecil hati,” ungkapnya.

Senada, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berpesan tentang bagaimana pentingnya bantuan tokoh agama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Ia bahkan terang-terangan menyebut bahwa banyak masyarakat yang tak percaya adanya Covid-19.

“Sejujurnya masih banyak masyarakat yang menolak kenyataan adanya virus ini, untuk itu kami membutuhkan bantuan ekstra dari tokoh agama, agar kita berkolaborasi dan mengedukasi masyarakat bersama demi menekan pesatnya laju penularan,” pintanya dengan nada serius.

Baca juga: Uji Coba Pembukaan Industri Esensial, Luhut Minta Perusahaan Tak Lengah

Sejalan dengan itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir juga meminta para tokoh agama turut bekerja sama dengan pemerintah dalam menanggulangi pandemi.

Kemudian, terkait pemenuhan fasilitas oksigen, Erick Tohir dalam kesempatan itu menyatakan pihaknya sepenuhnya mendukung arahan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.

"Kami berupaya keras untuk melakukan pengadaan oksigen yang insya Allah di Jawa cukup aman," katanya.

Dia lantas menguraikan bahwa Kementerian BUMN bersama dengan TNI dan Polri telah membagikan 300.000 paket obat gratis di Pulau Jawa dan Bali.

Sementara itu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas terkait peran penting tokoh agama. Ia menilai, banyak masyarakat bertumpu pada tokoh agama untuk mendapatkan validasi informasi terkait pandemi.

“Untuk itu, kami mengimbau agar di tiap-tiap khotbah, ceramah agama dapat diselipkan nilai-nilai penanganan pandemi ini terus disosialisasikan,” tegasnya.

Baca juga: Kasus Covid-19 Turun Jelang HUT RI, Luhut: Pemerintah Belum Sepenuhnya Puas

Dia juga bilang, tiap-tiap pesantren nantinya akan dianjurkan untuk melaksanakan vaksin bersama dan akan diberikan masker gratis, melihat adanya fenomena penggunaan masker medis berulang.

Tanggapan para pemuka agama

Dalam kesempatan yang sama, cendekiawan muslim Ahmad Syafii Maarif yang hadir dalam pertemuan itu berharap agar masyarakat mau disiplin mengikuti anjuran pemerintah.

"Saya berharap masyarakat Indonesia sadar bahwa pemerintah tidak jahat, maksudnya baik, negeri ini memang sedang susah, mari kita bersama mengatasi hal ini," ajaknya.

Menyambung, Pengasuh Ponpes Lirboyo KH Anwar Mansur juga meminta agar masyarakat mematuhi apa yang disampaikan pemerintah demi menjaga keselamatan bersama.

"Alhamdulillah pemerintah betul-betul memperhatikan rakyatnya, mudah-mudahan perjuangannya diberikan kelancaran oleh Allah SWT," ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta Pastor Samuel Pangestu. Dia bahkan mengusulkan agar pemerintah dan pihak gereja bersama-sama melakukan jemput bola guna meningkatkan cakupan vaksinasi.

Baca juga: Luhut: Selama Covid-19 Masih Jadi Pandemi, PPKM Tetap Diterapkan

"Kami sangat mengapresiasi pemerintah yang menjalankan tugas dengan baik dalam mengatasi wabah virus ini,” tegasnya.

Pendapat para pemuka agama tersebut juga turut diamini oleh Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Wisnu Bawa Tenaya serta Ketua Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Pdt Gomar Gultom.

Bahkan secara detil, dia mengusulkan agar melibatkan tiap-tiap kelompok agama hingga unit terkecil ke tingkat RT/RW untuk berbondong-bondong saling mengingatkan dan menegaskan protokol kesehatan dan pentingnya vaksinasi.

“Kita juga harus mengajak semua unsur untuk fokus mengatasi pandemi, menghapuskan semua identitas kita baik latar belakang agama, politik dan lainnya demi menuntaskan pandemi yang melanda," ujarnya.

Terakhir, Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) XS Budi S Tanuwibowo mengajak semua pihak untuk berjuang bersama-sama dalam penanggulangan pandemi Covid-19.

"Saya minta kepada pihak-pihak tertentu untuk mengesampingkan syahwat politik dalam upaya pengendalian penularan Covid-19 karena ini adalah masalah bersama," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.