Kapasitas Pembangkit EBT Bertambah 217 MW pada Semester I-2021

Kompas.com - 21/08/2021, 14:33 WIB
Foto dirilis pada Rabu (14/7/2021), memperlihatkan pekerja merawat panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas daya sebesar 400 kilo Watt peak (kWp) di Pulau Sebira. Pulau Sebira, wilayah Ibu Kota yang menyendiri di sisi paling utara Kepulauan Seribu dan sempat luput dari perhatian pemerintah kini mengalami perbaikan di berbagai sektor dan peningkatan pelayanan umum. ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRAFoto dirilis pada Rabu (14/7/2021), memperlihatkan pekerja merawat panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas daya sebesar 400 kilo Watt peak (kWp) di Pulau Sebira. Pulau Sebira, wilayah Ibu Kota yang menyendiri di sisi paling utara Kepulauan Seribu dan sempat luput dari perhatian pemerintah kini mengalami perbaikan di berbagai sektor dan peningkatan pelayanan umum.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan pertumbuhan kapasitas pembangkit energi baru terbarukan (EBT) yang positif sepanjang paruh pertama tahun 2021.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, hingga pertengahan tahun 2021, kapasitas pembangkit listrik berbasis energi bersih tersebut naik hingga 217 Mega Watt (MW).

“Tambahan ini masuk ke dalam sistem jaringan (on grid) PLN. Ini capaian bagus, tapi untuk mencapai (target bauran EBT) 23 persen harus kerja empat sampai lima kali lipat dari sekarang, sehingga di tahun 2025 bisa mendeklarasikan target yang ditetapkan 23 persen bisa tercapai,” tutur dia dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/8/2021).

Ia menjabarkan, total tambahan 217 MW tersebut diperoleh dari PLT Air Malea (90 MW), 9 unit PLT Minihidro (56 MW), PLTS Atap 13 MW, PLTP Sorik Marapi Unit 2 (45 MW), dan PLT Bioenergi (12,5 MW).

Baca juga: Hilirisasi Logam Tanah Jarang Belum Optimal, Ini Kendalanya

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, penambahan kapasitas pembangkit EBT sebesar 1.478 MW dengan kenaikan rata-rata sebesar 4 persen per tahun.

Menurut Dadan, energi surya dapat menjadi pendongkrak bauran EBT. Pasalnya, sumber energi itu memiliki potensi hingga mencapai 207,8 Giga Watt, namun baru dimanfaatkan sekitar 0,1 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong pemanfaatan PLTS, salah satunya melalui PLTS Atap," ujarnya.

Namun demikian Dadan menekankan, pemanfaatan EBT tetap harus mempertimbangkan kondisi kebutuhan energi di dalam negeri.

Pemerintah tetap optimis bisa mencapai target bauran EBT. Salah satu upaya yang ditempuh pemerintah adalah memfinalisasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT Perusahaan Listrik Negara 2021-2030.

“Porsi EBT jadi lebih besar, angkanya menjadi 51,6 persen. Mudah-mudahan segera disahkan," ucap Dadan.

Baca juga: ASEAN Targetkan Peningkatan Penggunaan Energi Terbarukan hingga 23 Persen pada 2025

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.