Kompas.com - 21/08/2021, 19:00 WIB
Suasana fasilitas produksi vaksin COVID-19, di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/8/2020). Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan PT Bio Farma (Persero) telah mampu memproduksi vaksin COVID-19 dengan kapasitas 100 juta vaksin. ANTARA FOTO/DHEMAS REVIYANTOSuasana fasilitas produksi vaksin COVID-19, di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/8/2020). Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan PT Bio Farma (Persero) telah mampu memproduksi vaksin COVID-19 dengan kapasitas 100 juta vaksin.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bio Farma (Persero) bekerja sama dengan Google Cloud Indonesia dalam rangka transformasi digital, termasuk dalam bidang riset & pengembangan produk seperti vaksin dan obat-obatan serta alat-alat kesehatan.

Melalui kerja sama ini, Google Cloud Indonesia akan menyediakan layanan untuk mendukung transformasi digital Bio Farma, dan memberikan solusi layanan mencakup, big data analytics, artificial intelligence (AI) dan machine learning (ML), modernisasi aplikasi, hingga manajemen keamanan dan identitas dan modernisasi infrastruktur.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kerja sama tersebut sejalan dengan agenda transformasi digital di sektor kesehatan.

"Dengan adanya kolaborasi antara Google Cloud dan Bio Farma ini akan mempercepat revolusi pengembangan vaksin sehingga membantu Pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan, dalam menyukseskan program vaksinasi nasional agar dapat mencapai target vaksinasi lebih cepat," ujarnya dalam siaran pers, Jakarta, Sabtu (21/8/2021).

Baca juga: Impor Farmasi Naik 66,76 Persen di Juli 2021, Terbanyak untuk Vaksin

Sementara itu, Direktur Transformasi dan Digital Health Care Bio Farma Soleh Ayubi menyebutkan, Bio Farma siap untuk menggunakan Healthcare Related Products yang disediakan oleh Google Cloud yang mencakup pertukaran data perawatan kesehatan.

Saat ini induk holding farmasi BUMN itu sedang dalam proses implementasi teknologi Artificial Intelligence dan Machine Learning untuk penentuan masa panen virus dan bakteri yang optimal. Sebagai Pilot Project, akan diimplementasikan pada vaksin polio, vaksin tetanus, dan vaksin Covid-19 BUMN.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Soleh mengakui, dalam dunia kefarmasian, penemuan produk baru bidang kesehatan seperti produk life-science termasuk vaksin didalamnya, obat - obat dan alat kesehatan, memerlukan waktu yang relatif lama, terutama pada tahap uji klinis dan memerlukan waktu pengumpulan data - data empiris untuk penelitian yang harus dilakukan secara teliti.

"Dengan pemanfaatan teknologi informasi melalui kolaborasi dengan Google Cloud akan mempermudah Bio Farma untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber, seperti uji klinis, dan data penelitian" ucapnya.

Baca juga: Jamin Pasokan Aman, Bio Farma Produksi 186 Juta Vaksin hingga Akhir Tahun

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.