CSR Adalah Singkatan dari Corporate Social Responsibility, Apa Itu?

Kompas.com - 22/08/2021, 10:49 WIB

KOMPAS.com - Dalam Bahasa Indonesia, CSR adalah tanggung jawab sosial perusahaan. Untuk diketahui, CSR adalah singkatan dari corporate social responsibility. Apa itu CSR dan bagaimana pelaksanaannya?

Dikutip dari Investopedia, CSR adalah model bisnis yang membantu perusahaan dalam memenuhi tanggung jawabnya kepada pemangku kepentingan juga kepada masyarakat, terutama masyarakat di sekitar perusahaan.

CSR sendiri muncul karena perusahaan menyadari dampak dari operasional bisnis mereka terhadap masyarakat, baik dampak ekonomi, dampak sosial, dan dampak lingkungan.

CRS adalah aspek penting dalam keberalangsungan perusahaan. Ini karena perusahaan yang menguntungkan dalam jangka panjang adalah perusahaan yang beroperasi dengan prinsip berkelanjutan.

Baca juga: Apa Itu Stakeholder: Definisi dan Perannnya dalam Perusahaan

Dengan kata lain, keputusan perusahaan tak hanya semata didasarkan atas motif keuntungan, namun juga harus mempertimbangkan dampak kepada masyarakat di sekitar perusahaan.

Secara sederhana, CSR adalah aktivitas bisnis di mana perusahaan bertanggung jawab secara sosial kepada semua pemangku kepentingan termasuk masyarakat luas, sebagai bentuk perhatiannya dalam meningkatkan kesejahteraan dan berdampak positif bagi lingkungan.

Seperti yang kita ketahui, sebuah perusahaan, apalagi perusahaan besar, seringkali menimbulkan berbagai potensi risiko seperti kerusakan lingkungan. Keberadaan CSR adalah diharapkan dapat membantu mengurangi bahkan membuat risiko tersebut menjadi nol.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Pailit dan Bedanya dengan Bangkrut

Beberapa kegiatan yang dibiayai CSR antara lain sebagai berikut:

  • Pemberian bantuan sosial
  • Aktivitas bakti sosial
  • Pemberdayaan masyarakat
  • Penyelanggaraan pendidikan
  • Pembangunan fasilitas publik
  • Rehabilitasi alam
  • Pemberian fasilitas kredit
  • Hibah

Dana CSR

CSR tentu membutuhkan biaya. Dana CSR adalah diambil dari keuntungan perusahaan yang disisihkan. Di Indonesia sebagaimana merujuk pada UU Perseroan Terbatas dan PP Nomor 47 Tahun 2012, tak dijelaskan berapa perusahaan harus menyediakan CSR.

Dengan kata lain, besaran dana CSR adalah diserahkan kepada kebijakan masing-masing perusahaan. Meski begitu, dana CSR adalah bersifat wajib dan harus diperhitungkan dan dianggarkan oleh perusahaan sesuai dengan kepatutan dan kewajaran.

Di Indonesia sendiri, besaran dana CSR yang lazim dipakai sebagai patokan adalah berkisar minimal antara 2 sampai 3 persen dari total keuntungan perusahaan dalam setahun.

Di sebagian daerah, pemerintah setempat mengeluarkan aturan besaran minimal dana CRS yang harus dikeluarkan. Kalimantan Timur contohnya, Pemda Kaltim mewajibkan minimal dana CSR adalah sebesar 3 persen berdasarkan Perda Kaltim Nomor 3 Tahun 2013.

Baca juga: Cara Membuat CV agar Dilirik HRD

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.