Kompas.com - 23/08/2021, 15:00 WIB
Salah satu buku yang membahas dan menjelaskan cara selesaikan sengketa bisnis lewat Badan Arbitrase Iondonesia (Bani). KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGASalah satu buku yang membahas dan menjelaskan cara selesaikan sengketa bisnis lewat Badan Arbitrase Iondonesia (Bani).

JAKARTA, KOMPAS.com - Istilah arbitrase berasal dari kata "arbitrare" yang merupakan bahasa latin dan memiliki arti "kekuasaan untuk menyelsaikan sesuatu perkara menurut kebijaksanaan".

Menurut Priyatna Abdurrasyid dalam buku Hukum Perdagangan Internasional karya Serlika Aprita dan Rio Adhitya, arbitrase adalah suatu proses pemeriksaan suatu sengketa yang dilakukan yudisial, seperti oleh para pihak yang bersengketa dan pemecahannya akan didasarkan kepada bukti-bukti yang diajukan oleh pihak ketiga.

Sementara itu, menurut Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999, arbitrase adalah cara penyelsaian suatu sengketa perdata di luar peradilan umum yang didasarkan pada perjanjian arbitrase yang dibuat secara tertulis oleh para pihak yang bersengketa.

Baca juga: Ingin Selesaikan Sengketa Bisnis? Saatnya Pilih Jalur Arbitrase

Biasanya, penyelsaian masalah dengan cara ini umumnya dipilih untuk sengketa kontraktual, baik yang bersifat sederhana maupun kompleks.

Jenis-Jenis Arbitrase

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Priyatna Abdurrasyid mengemukakan arbitrase adalah dapat digolongkan menjadi tiga jenis, yakni sebagai berikut:

  1. Quality Arbitration: Yang menyangkut permasalahan kontraktual yang dengan sendirinya memerlukan para arbitrator dengan kualifikasi teknis yang tinggi.
  2. Technical Arbitration: Yang tidak menyangkut permasalahan faktual, sebagaimana halnya dengan masalah yang timbul dalam penyusunan dokumen atau aplikasi ketentuan-ketentuan kontrak.
  3. Mized Arbitration: Yaitu untuk sengketa, baik permasalahan faktual maupun hukum.

Kelebihan Arbitrase

Menurut Erman rajagukguk dalam buku Hukum Perdagangan Internasional karya Serlika Aprita dan Rio Adhitya, arbitrase adalah institusi penyelsaian sengketa alternatif yang paling populer dan paling sering digunakan orang dibandingkan dengan yang lain. Hal tersebut disebabkan banyaknya kelebihan yang dimiliki oleh institusi ini.

Kelebihan-kelebihan itu ialah sebagai berikut:

  • Prosedur tidak berbelit dan putusan dapat dicapai dalam waktu relatif singkat
  • Biaya lebih murah
  • Putusan dapat menghindari expose dan pembuktian lebih fleksibel
  • Para pihak dapat memilih hukum mana yang akan diberlakukan pada prosesnya
  • Para pihak dapat memilih sendiri para arbiter
  • Dapat dipilih arbiter dari kalangan ahli dalam bidangnya
  • Putusan dapat lebih terkait dengan situasi dan kondisi
  • Putusannya umumnya bersifat final dan binding (tanpa harus naikbanding atau kasasi)
  • Putusannya umumnya dapat diberlakukan serta dieksekusi oleh pengadilan dengan sedikit atau tanpa review sama sekali
  • Prosedurnya lebih mudah dimengerti oleh masyarakat luas
  • Menutup kemungkinan untuk dilakukannya "forum shopping" (forum penyelundupan atau itikad buruk untuk mengalihkan pokok persoalan)
  • Penyelsaian sengketa di pengadilan akan mencari siapa yang salah dan siapa yang benar, dan hasilnya akan dapat merenggangkan hubungan dagang di antara para pihak yang bersengketa.

Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan Perdagangan Internasional?

Kekurangan Arbitrase
Penyelsaian sengketa melalui jalur ini dianggap dapat melahirlan putusan yang kompromistis, yaitu yang dapat diterima oleh kedua belah pihak yang bersengketa.

Namun, selain sisi positif, ternyata lembaga ini juga masih dianggap memiliki beberapa kelemahan, yakni sebagai berikut:

  • Pada umumnya subjek hukum berupa negara masih enggan memberikan komitmennya untuk menyerahkan sengketanya kepada badan-badan pengadilan internasional. Keadaan ini justru agak berbeda dengan sikap dari subjek hukum berupa entitas bisnis akan lebih suka sengketa yang seda mereka hadapi dibawa ke arbitrase untuk diselsaikan.
  • Proses penyelsaian sengketa melalui arbitrase adalah tidak menjamin bahwa putusannya akan mengikat. Hukum internasional tidak menjamin bahaw pihak yang kalah atau tidak puas dengan putusa yang dikeluarkan akan melaksanakan keputusan tersebut.

Baca juga: Pengertian Perdagangan Internasional, Hambatan, Manfaat, dan Dampaknya

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.