KSPI Tolak Operasional 100 Persen Pabrik Sebelum 'Herd Immunity' Terbentuk

Kompas.com - 23/08/2021, 16:04 WIB
Ilustrasi buruh/pekerja di pabrik. KOMPAS.COM/MOHAMAD IQBAL FAHMIIlustrasi buruh/pekerja di pabrik.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyampaikan, tingkat penularan Covid-19 di perusahaan saat ini mulai mengalami penurunan.

Berdasarkan kuisioner kepada 400 responden, tingkat penularan Covid-19 di kluster di kisaran 10 persen, sekarang hanya 5 persen.

“Memang sudah menurun, tetapi masih ada. Dari data kami, tingkat kematian juga menurun. Yang tadinya rata-rata dalam 2 minggu bisa 10-20 orang meninggal, sekarang 2-4 orang,” kata Said Iqbal secara virtual, Senin (23/8/2021).

Baca juga: Luhut Ungkap Sederet Akal-akalan Pabrik Siasati Celah PPKM Darurat

Said mengungkapkan, penurunan jumlah kasus kluster Covid-19 di lingkungan pabrik terjadi karena percepatan vaksinasi yang dilakukan pemerintah.

Di sisi lain, beberapa perusahaan bekerja sama dengan KSPI dan Mabes Polri memberikan vaksin kepada 20.000 hingga 30.000 vaksin pekerja juga mendorong penurunan kasus Covid-19 di tingkat pabrik.

Namun demikian, Said menilai jumlah vaksin gratis ini masih terbatas, dan belum seluruh buruh tervaksin. Padahal, herd immunity belum terjadi kalau 50 perse masyarakat dalam hal ini buruh belum tervaksin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun kelompok buruh yang belum mendapatkan vaksin adalah mereka yang bekerja di perusaan padat karya seperti tekstil dan garmen.

Sementara itu terkait dengan pelonggaran yang diberikan pemerintah kepada perusahaan yang berorientasi ekspor, Said mengungkapkan, perusahaan-perusahaan tersebut tetap beroperasi 100 persen, bahkan sebelum PPKM diberlakukan.

Baca juga: Pemerintah Uji Coba Pekerja Industri Esensial WFO 100 Persen, Ini Syaratnya

“Perusahaan tetap beroperasi 100 persen, karena mereka mendapatkan izin IOMKI dari Menteri Perindustrian akibat kebijakan yang tidak singkron. Yang satu bilang harus beroperasi 50 persen, tetapi yang satunya boleh beroperasi 100 persen,” ujar Said Iqbal.

Maka dari itu, harus diperiksa apakah perusahaan yang tetap berjalan 100 persen sudah terjadi herd immunity atau belum. Karena perusahaan padat karya yang berorientasi ekspor seperti tekstil, garmen, dan sepatu banyak buruhnya yang belum divaksin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.