Apa yang Dimaksud dengan Hibah dan Bagaimana Aturan Hukumnya?

Kompas.com - 23/08/2021, 21:22 WIB
Ilustrasi uang koin. Apa yang dimaksud dengan hibah atau apa itu hibah? Hibah adalah pemberian secara sukarela kepada pihak lain yang tidak bisa ditarik kembali. Kompas.com/M.Agus Fauzul HakimIlustrasi uang koin. Apa yang dimaksud dengan hibah atau apa itu hibah? Hibah adalah pemberian secara sukarela kepada pihak lain yang tidak bisa ditarik kembali.

KOMPAS.com - Hibah adalah istilah yang sudah tak asing lagi. Seringkali, hibah diartikan sebagai hadiah. Sementara itu dalam pemberitaan media nasional, apa yang dimaksud dengan hibah biasanya merujuk pada pemberian dana dalam jumlah besar dari satu instansi ke instansi lainnya.

Lalu apa itu hibah?

Dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hibah pemberian (dengan sukarela) dengan mengalihkan hak atas sesuatu kepada orang lain.

Hibah juga seringkali disamakan dengan warisan. Warisan lazimnya hanya diberikan kepada orang-orang yang masih memiliki hubungan kekerabatan. Sementara hibah bisa diberikan kepada siapa pun, termasuk di luar keluarga.

Baca juga: Apa Itu Retail: Definisi dan Karakteristik Bisnisnya

Di hukum Indonesia, hibah juga diatur dalam hukum perdata, salah satunya dalam Pasal 166 dan Pasal 167.

Hibah adalah dianggap sebagai hadiah atau pemberian kepada orang lain secara sukarela dan tidak dapat ditarik kembali. Pemberian hibah ini bisa berupa harta bergerak maupun harta tidak dan harus diberikan ketika pemberi hibah masih hidup.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karena diatur, pemberian hibah juga masuk dalam kategori objek pajak. Sebagai contoh, apabila seorang ayah menghibahkan sebidang tanah kepada anaknya, maka ada pajak yang timbul.

Baca juga: Mengenal Arti Vendor dalam Rantai Pasok Perusahaan

Pertama yakni pajak penghasilan (PPh) dikenakan untuk sang ayam atau pemberi hibah. Dan kedua yakni pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang dikenakan kepada anak atau penerima hibah.

Pajak PPh ditetapkan sebesar 2,5 persen yang dikalikan dengan nilai bruto pengalihan hak atas tanah (harga jual tanah saat dihibahkan).

Sementara pajak BPHTB hibah adalah relatif bervariasi. Namun berdasarkan UU Nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Pasal 88, besarnya tarif BPHTB yang paling tinggi adalah 5 persen dan disesuaikan dengan Peraturan Daerah (Perda).

Baca juga: Apa Itu Stakeholder: Definisi dan Perannya dalam Perusahaan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.