Kompas.com - 24/08/2021, 13:35 WIB
Pabrik Gula atau PG Colomadu di Karanganyar yang dulunya dimiliki Praja Mangkunegaran Mangkunegara IV Muhammad Idris (Money/Kompas.com)Pabrik Gula atau PG Colomadu di Karanganyar yang dulunya dimiliki Praja Mangkunegaran Mangkunegara IV

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah bakal membentuk PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) guna mewujudkan target swasembada gula putih pada 2024. PT SGN akan menjadi perusahaan pengendali operasional (operational holding company) untuk semua industri gula yang saat ini dimiliki PTPN Grup.

Direktur PTPN VII Ryanto Wisnuardhy mengungkapkan, dua pabrik gula milik PTPN VII yang saat ini dikelola PT Buma Cima Nusantara (BCN) akan bergabung dengan PT SGN. Keduanya yakni Pabrik Gula Bungamayang di Lampung dan Pabrik Gula Cintamanis di Sumatera Selatan.

Rencana strategis ini disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja di PT BCN Unit Cintamanis, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Senin (23/8/21).

Baca juga: Dirut RNI: Holding BUMN Pangan Rampung Akhir September 2021

Dalam kunjungan tersebut, ia mengabarkan tentang berbagai kemungkinan posisi korporasi, status karyawan, strategi bisnis, hubungannya dengan PTPN VII, dan kemungkinan kepemilikan saham oleh pihak lain.

"Untuk diketahui, Bapak Presiden beberapa waktu lalu mengadakan ratas (rapat terbatas) dengan Menteri BUMN, Menteri Pertanian, dan menteri terkait. Materi utamanya tentang swasembada gula pada 2024," ungkap Ryanto seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Selasa (24/8/2021).

"Dari Ratas itu, disepakati pembentukan PT SGN, Sinergi Gula Nusantara. Lalu dua pabrik kita (Bungamayang dan Cintamanis) akan diakuisisi dalam PT SGN itu,” lanjutnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menambahkan, yang akan diambil alih oleh PT SGN hanya dua pabrik beserta tanah dan infrastruktur pendukungnya. Sedangkan kebun, akan kembali dikelola oleh PTPN VII sebagai pemegang Hak Guna Usaha (HGU).

Baca juga: Kementerian BUMN: Holding UMi Dibentuk Buat Lindungi UMKM dari Rentenir

Terkait pengaruhnya kepada PT BCN, Ryanto mengatakan, secara personel kebijakan ini tidak akan merugikan kepada karyawan. Dalam masa konsolidasi selama sekitar tiga tahun, status karyawan dua pabrik ini akan tetap sebagai karyawan PTPN VII yang ditugaskan di PT SGN.

“Saya mendapat jaminan dari holding bahwa tidak ada yang berubah dari sebelumnya, terutama menyangkut hak-hak normatifnya," kata dia.

Ia pun menegaskan, bahwa akuisisi kedua pabrik tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan dan mendorong kinerja industri gula di PTPN Grup agar lebih dinamis dan progresif guna mendukung swasembada pada 2024.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.