Menko Airlangga: Perbaikan Ekonomi Bergantung pada Penanganan Covid-19

Kompas.com - 24/08/2021, 19:07 WIB
Ketua KPCPEN Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers usai Rapat Terbatas mengenai Penanganan Pandemi Covid-19, secara virtual, Senin (21/06/2021) Dok SetkabKetua KPCPEN Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers usai Rapat Terbatas mengenai Penanganan Pandemi Covid-19, secara virtual, Senin (21/06/2021)
Penulis Yoga Sukmana
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemulihan ekonomi Indonesia mulai terlihat. Namun kelanjutannya masih tergantung dengan penanganan pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan oleh Airlangga dalam acara Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) Apindo ke-31 secara virtual di Jakarta, Selasa (24/8/2021).

“Momentum perbaikan ini (ekonomi) sangat bergantung terhadap usaha kita bersama dalam menangani Covid-19. Sinergi yang baik antara kebijakan ekonomi dan kesehatan dengan didukung oleh seluruh stakeholders akan memastikan pemulihan ekonomi segera kembali menguat pasca merebaknya varian Delta," ujarnya dalam siaran pers.

"Selain itu, reformasi struktural akan menjadi kunci utama dalam mewujudkan ekonomi berkelanjutan dalam jangka panjang," sambung dia.

Pemerintah sudah memiliki program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada 2021. Dalam menjaga tren pemulihan ekonomi di kuartal III-2021, PEN akan ditingkatkan dan menjadi instrumen utama penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi.

Baca juga: Produksi Kayu Terhenti, TIRT Pastikan Stok Penjualan Cukup di Masa Pandemi

Adapun dana PEN pada 2021 mencapai Rp744,77 triliun. Per 20 Agustus 2021, Program PEN telah terealisasi sebesar Rp 326,16 triliun..

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Airlangga mengatakan, dari klaster insentif usaha telah terealisasi sebesar 81,8 persen atau Rp 51,39 triliun dari pagu sebesar Rp62,83 triliun. Realisasi anggaran dan program tersebut pemberian insentif PPh 21 DTP untuk 73.970 pemberi kerja; insentif PPh Final UMKM DTP untuk 116.979 UMKM; Penurunan Tarif PPh Badan; dan sebagainya.

Selain berbagai bantuan sosial, keberlangsungan sektor usaha juga menjadi fokus utama pemerintah. Serangkaian insentif fiskal telah diberikan untuk mendongkrak kinerja sektor usaha.

"Untuk pelaku UMKM, dukungan terus diberikan melalui tambahan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) dan Bantuan pedagang kaki lima (PKL) atau warung kecil, perluasan program penjaminan kredit, tambahan subsidi bunga baik KUR dan Non KUR, serta penambahan plafon KUR 2021 menjadi Rp285 triliun,” kata Menko Airlangga.

Baca juga: Bantah Surya Paloh, China Sonangol Sebut Media Group Punya Utang Rp 1,4 Miliar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.