Minta Porang Digarap Serius, Jokowi: Sangat Menjanjikan, Pasarnya Masih Besar

Kompas.com - 25/08/2021, 13:26 WIB
BIBIT PORANG—Presiden Jokowi melihat umbi hasil panen saat berkunjung di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (19/8/2021). KOMPAS.COM/Dokumentasi SetpresBIBIT PORANG—Presiden Jokowi melihat umbi hasil panen saat berkunjung di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (19/8/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pengembangan komoditas pertanian terus diperluas guna menggenjot roda perekonomian dari sektor tersebut.

Porang menjadi salah satu komoditas pertanian yang diminta Jokowi untuk dikembangkan secara serius. Komoditas ini dinilai memiliki potensi pengembangan yang sangat besar.

"Minggu kemarin saya melihat yang namanya porang, ini bisa menjadi komoditas baru yang memberikan nilai tambah bagi petani," kata Jokowi dalam gelaran Rakornas Pengendalian Inflasi 2021, Rabu (25/8/2021).

Baca juga: Kembangkan Industri Pengolahan Porang, Kemenperin: Ada 3 Daerah yang Potensial

"Porang betul-betul saya kira ke depan sangat menjanjikan, pasarnya masih sangat besar," tambah dia.

Oleh karenanya, selain menjaga produksi komoditas tersebut, Jokowi menginstruksikan agar porang terus dikembangkan sehingga dapat menghasilkan produk dengan nilai tambah.

"Baik berupa kosmetik, berupa beras, atau makanan lainnya," ujar dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan masih merebaknya pandemi, sektor pertanian dinilai perlu ditingkatkan lagi kualitasnya agar dapat menciptakan nilai tambah.

Sebab, pertanian menjadi salah satu sektor yang masih dapat tumbuh positif di tengah pelemahan ekonomi akibat pandemi.

Baca juga: BNI Salurkan KUR untuk Petani Porang

Hal itu terefleksikan dengan masih tumbuhnya produk domestik bruto (PDB) sektor pertanian pada kuartal I-2021 dan kuartal II-2021, masing-masing sebesar 2,95 persen secara year on year (yoy) dam 0,38 persen yoy.

"Saya yakin di kuartal III sektor pertanian juga masih tumbuh lebih baik lagi, karena potensi pasar tetap masih sangat besar, baik di dalam negeri maupun untuk ekspor ke luar," kata Jokowi.

Untuk memberikan nilai tambah terhadap perekonomian nasional, komoditas-komoditas pertanian masih perlu pengembangan lebih lanjut, sehingga dapat menjadi produk yang lebih bernilai.

"Kita harus serius menggarap ini, bukan hanya untuk meningkatkan nilai tukar petani dan kesejahteraan petani, tetapi untuk menghasilkan sebuah lompatan, sehingga sektor pertanian memiliki kontribusi yang semakin besar dalam menggerakan mesin pertumbuhan ekonomi," ucap Jokowi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.