Simak Rekomendasi dari Para Analis untuk Saham UNVR

Kompas.com - 25/08/2021, 14:37 WIB
Ilustrasi saham PEXELS/BURAK KIlustrasi saham

JAKARTA, KOMPAS.com – Harga saham PT Unilever Tbk (UNVR) terus mengalami penurunan pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Meskipun pada perdagangan sesi I hari ini, Rabu (25/8/2021) UNVR menguat 1,47 persen di level Rp 4.140 per saham, namun dalam sebulan telah mengalami penurunan 11,9 persen dan secara tahunan turun 43,67 persen.

Research Analyst BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto mengatakan, penurunan saham Unilever terjadi karena emiten sektor konsumer menghadapi persaingan yang cukup ketat dengan berbagai merek. Penerapan PPKM juga mempengaruhi penjualan UNVR.

“Kita sih belum merekomendasikan untuk menambah investasi di UNVR. Karena kelihatannya result kuartal III juga kemungkinan kurang bagus, jadi mungkin harga sahamnya juga agak kurang katalis ya. Saat ini rekomendasi kita masih HOLD dgn target harga di 4.500,” sebut Natalia kepada Kompas.com, Rabu (25/8/2021).

Baca juga: Rupiah dan IHSG Melemah di Sesi I, Asing Lepas BBRI, ASII dan UNVR

Sementara Head of Investment Reswara Gian Investa Kiswoyo Adie Joe menyebutkan, fundamental UNVR cenderung mengalami stagnasi, sehingga sahamnya terus mengalami penurunan.

“Jadi, mau ekspor juga kan di luar negeri sudah ada Unilever juga seperti di Singapura atau di Australia misalnya. Jadi market di Indonesia sudah tidak berkembang lagi, dan ini yang membuat harga saham UNVR enggak bisa naik,” kata Kiswoyo kepada Kompas.com, Selasa (24/8/2021).

Adapun Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus dalam risetnya mengatakan, saham UNVR masih dalam tren bearish. Nico menyebutkan, UNVR masih memiliki potensi penguatan, namun dalam jangka panjang.

“Ya betul (dalam trend bearish), tapi bener-bener jangka panjang ya. Jangan mengharapkan bisa naik dalam kurun waktu 6 bulan,” ucap Nico.

Baca juga: Harga Sahamnya Terus Melorot, Bagaimana Peluang Cuan Saham Unilever?

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.