Mantan Guru Ditunjuk Taliban Jadi Gubernur Bank Sentral Afghanistan

Kompas.com - 26/08/2021, 13:36 WIB
Dalam gambar ini disediakan oleh Korps Marinir AS, Marinir membantu keamanan di pos pemeriksaan kontrol evakuasi selama evakuasi di Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, Jumat, 20 Agustus 2021. US MARINE CORPS/VICTOR MANCILLA via AP Dalam gambar ini disediakan oleh Korps Marinir AS, Marinir membantu keamanan di pos pemeriksaan kontrol evakuasi selama evakuasi di Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, Jumat, 20 Agustus 2021.

KABUL, KOMPAS.com - Perekonomian Afghanistan semakin memburuk setelah Taliban mengambil alih kepemimpinan negara pada beberapa waktu lalu. Ini terlihat dari semakin meroketnya harga sembako dan ketersediaan uang semakin menipis.

Merespons hal tersebut, Taliban menunjuk Mohammad Idris sebagai pelaksana tugas gubernur bank sentral Afghanistan, dengan tugas utama mengatasi permasalahan perbankan yang tengah terjadi.

Profil Mohammad Idris sendiri tidak banyak diketahui oleh publik. Bahkan, mantan Wakil menteri Keuangan Afghanistan, Gul Maqsood Sabit, mengaku tidak tahu banyak tentang figur tersebut.

Baca juga: Bank Dunia Tangguhkan Bantuan Keuangan untuk Afghanistan

"Orang ini bertugas dalam Komisi Perekonomian Taliban. Dia dulunya seorang guru di (sekolah religius) di Pakistan, dan di situ lah Ia berasal, jadi hanya itu yang kami tahu tentang dia, dan sekarang dia mengelola bank sentral. Dia kemungkinan tidak memiliki pengalaman sama sekali," tuturnya, dilansir dari NBC News, Kamis (26/8/2021).

Pemerintahan baru Afghanistan yang dipimpin oleh Taliban juga tidak memberikan bukti nyata terkait pengalaman Idris dalam dunia keuangan atau perbankan.

Pakar keuangan Afghnaistan menyatakan, penunjukan Idris semakin menunjukkan tanpa adanya intervensi dari lembaga internasional, perekonomian negara tersebut akan semakin memburuk.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagai informasi, tidak lama setelah kepemimpinan Ashraf Ghani tergantikan, perekonomian Afghanistan terus memburuk. Ini terefleksikan dari nilai tukar mata uang Afghanistan terhadap dollar AS yang langsung anjlok 8 persen pada perdagangan 15 Agustus 2021.

Pada hari Selasa (24/8/2021) kemarin, Bank Dunia telah menghentikan sementara pencairan untuk proyek bantuan dan pembangunan ke Afghanistan karena kekhawatiran ketidakstabilan di negara tersebut.

Baca juga: Taliban, Penguasa Baru Kekayaan Tambang Rp 14.000 Triliun di Afghanistan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber NBC News
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.