Burden Sharing Diyakini Tak Akan Sebabkan Hiperinflasi

Kompas.com - 26/08/2021, 19:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) dan pemerintah melanjutkan burden sharing melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) III untuk pelaksanaan pembiayaan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 dan APBN 2022.

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman mengatakan, skema pembagian beban ini memang memungkinkan meningkatkan inflasi. Namun, dia menegaskan, inflasi tidak akan naik signifikan dan masih akan berada dalam kisaran sasaran BI yakni 2 persen - 4 persen.

“Kami memperkirakan inflasi tahun 2022 berada di kisaran 3,10 persen,” kata dia kepada Kontan.co.id, Rabu (25/8/2021).

Bila dibandingkan dengan pergerakan inflasi di tahun ini maupun tahun 2020, inflasi memang lebih tinggi di tahun depan. Peningkatan inflasi ini seiring dengan pemulihan ekonomi Indonesia yang terus berlangsung sehingga meningkatkan permintaan.

Baca juga: Pemerintah dan BI Perpanjang Burden Sharing, Ini Mekanismenya

Faisal juga optimistis, angka kasus harian Covid-19 bisa terus ditekan, ditambah adanya vaksinasi yang dipercepat sehingga pembatasan aktivitas akan dilonggarkan. Hal ini berpotensi menaikkan mobilitas masyarakat dan berujung pada peningkatan perputaran uang di dalam negeri.

Selain itu, insentif pajak untuk konsumen kemungkinan besar akan selesai sehingga ada normalisasi harga di tahun depan.

Namun, inflasi masih tetap bergerak terbatas karena di sisi lain, bank sentral Amerika Serikat (AS) kemungkinan melakukan pengetatan kebijakan moneter (tapering off) sehingga dapat menurunkan harga komoditas.

“Hal ini akan berdampak pada penurunan harga-harga input produksi dan harga energi. Harga emas yang merupakan salah satu penyumbang terbesar inflasi diprediksi juga akan turun,” pungkas Faisal. (Bidara Pink | Anna Suci Perwitasari)

Baca juga: Burden Sharing Diperpanjang, Sri Mulyani Tegaskan Pemerintah Tak Sulit Tarik Utang

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Ekonom: Burden sharing tidak akan sebabkan hiperinflasi di tahun 2022

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.