Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hingga Agustus 2021, Realisasi Anggaran Kemenhub Baru Capai 50 Persen

Kompas.com - 26/08/2021, 20:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat, realisasi anggaran hingga Agustus 2021 mencapai Rp 17,14 triliun. Realisasi itu baru 50,06 persen dari pagu anggaran tahun ini yang sebesar Rp 34,24 triliun.

"Kami melaporkan, terkait realisasi (anggaran) sampai dengan Agustus 2021sudah mencapai 50 persen," ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Kamis (26/8/2021).

Adapun pagu anggaran Kemenhub tersebut telah mengalami pengurangan atau refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 14,27 triliun dari awalnya sebesar Rp 45,66 triliun.

Namun, ada tambahan anggaran dari saldo awal badan layanan umum (BLU) sebesar Rp 51,89 miliar, dana surat berharga syariah negara (SBSN), pinjaman dan/atau hibah luar negeri (PHLN) Rp 1,8 Triliun, dan anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) dari Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA-BUN) Rp 992,09 Miliar.

Baca juga: Cara Bayar IndiHome Lewat BRImo, ATM BRI dan IB BRI

Budi Karya mengatakan, kendati memasuki kuartal tiga tahun ini serapan baru mencapai setengah dari anggaran, tetapi realiasi tersebut lebih tinggi dibandingkan Agustus 2020.

Oleh sebab itu ia optimistis, serapan anggaran Kemenhub hingga akhir bisa mencapai target yakni sebesar 97587 persen.

“Kami tetap optimis hingga akhir tahun nanti akan dapat mencapai target prognosa akhir tahun 2021 sebesar 95,87 persen,” kata dia.

Ia mengungkapkan, pencapaian belanja tahun ini masih terpengaruh pandemi Covid-19, sebab kebijakan refocussing telah mempengaruhi struktur anggaran dan ruang fiskal Kemenhub utnuk memenuhi program prioritas nasional yang dimandatorikan.

Namun demikian kata dia, Kemenhub akan terus berupaya memastikan layanan transportasi, aspek keselamatan, maupun kebutuhan infrastruktur transportasi yang prioritas tetap berjalan dan dapat terpenuhi.

"Memang 2021 ini diwarnai tekanan karena adanya Covid-19 dan adanya refocusing yang intensif. Tapi kami maknai itu sebagai suatu tantangan untuk terus bekerja dan menciptakan capaian-capaian yang berguna pada masyarakat," ungkap Budi Karya.

Baca juga: Program Magister Terapan di STIP Dimulai, Ini Pesan Menhub

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sumur Migas di Lepas Pantai Karawang Jawa Barat Siap Dioperasikan

Sumur Migas di Lepas Pantai Karawang Jawa Barat Siap Dioperasikan

Whats New
Pemkab Lamongan Salurkan BPJS Ketenagakerjaan kepada 8.000 Nelayan

Pemkab Lamongan Salurkan BPJS Ketenagakerjaan kepada 8.000 Nelayan

Whats New
Mentan SYL: Badan Karantina Pertanian Bukan Penjaga Pintu, Mereka 'Energizer' Ekspor dan Impor

Mentan SYL: Badan Karantina Pertanian Bukan Penjaga Pintu, Mereka "Energizer" Ekspor dan Impor

Rilis
Hampir Rampung, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Beroperasi Juli 2023

Hampir Rampung, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Beroperasi Juli 2023

Whats New
Ramai Belanja Pakai Voucher Dibatalkan Otomatis, Ini Penjelasan Tokopedia

Ramai Belanja Pakai Voucher Dibatalkan Otomatis, Ini Penjelasan Tokopedia

Whats New
Komisi IV DPR RI Sidak Pabrik Arang di Batam yang Bahan Bakunya dari Mangrove

Komisi IV DPR RI Sidak Pabrik Arang di Batam yang Bahan Bakunya dari Mangrove

Whats New
Anak Buah Luhut Tak Setuju soal Food Estate Humbahas Dianggap Gagal

Anak Buah Luhut Tak Setuju soal Food Estate Humbahas Dianggap Gagal

Whats New
Harga Tiket Kereta Api Dikeluhkan Mahal, KAI: Harganya Bersifat Fluktuatif, Menyesuaikan Permintaan Pelanggan

Harga Tiket Kereta Api Dikeluhkan Mahal, KAI: Harganya Bersifat Fluktuatif, Menyesuaikan Permintaan Pelanggan

Whats New
Food Estate Humbahas Dinilai Belum Optimal, Kementan: Bukan Lahan Tidak Subur, Tapi Butuh Perlakuan Khusus

Food Estate Humbahas Dinilai Belum Optimal, Kementan: Bukan Lahan Tidak Subur, Tapi Butuh Perlakuan Khusus

Whats New
BUMN Indofarma Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3-S1, Simak Kualifikasinya

BUMN Indofarma Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3-S1, Simak Kualifikasinya

Whats New
DPR RI Nilai Pengembangan Food Estate Humbahas Belum Optimal

DPR RI Nilai Pengembangan Food Estate Humbahas Belum Optimal

Whats New
Catat, Pengangguran, Korban PHK hingga Pekerja Bisa Ikut Program Kartu Prakerja

Catat, Pengangguran, Korban PHK hingga Pekerja Bisa Ikut Program Kartu Prakerja

Work Smart
Viral Video Petani Buang-buang Tomat, Kementan: Itu Bukan Petani, Tapi Pedagang

Viral Video Petani Buang-buang Tomat, Kementan: Itu Bukan Petani, Tapi Pedagang

Whats New
Antisipasi Ancaman Krisis pada 2023, Sri Mulyani Pastikan Dukungan Fasilitas dan Insentif untuk Pelaku Usaha

Antisipasi Ancaman Krisis pada 2023, Sri Mulyani Pastikan Dukungan Fasilitas dan Insentif untuk Pelaku Usaha

Whats New
Membaca Arah Kebijakan Kendaraan Listrik

Membaca Arah Kebijakan Kendaraan Listrik

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+