CEO Blibli: Kolaborasi Multisektoral Penting untuk Memberdayakan UMKM

Kompas.com - 26/08/2021, 21:36 WIB
CEO Blibli.com Kusumo Martanto mengatakan memberikan penjelasan pada malam penganugerahan pemenang Blibli.com Big Start lndonesia (BBSI) di lDEAFest 2019  Jakarta, Sabtu, (5/10/2019). KOMPAS.COM/MURTI ALI LINGGACEO Blibli.com Kusumo Martanto mengatakan memberikan penjelasan pada malam penganugerahan pemenang Blibli.com Big Start lndonesia (BBSI) di lDEAFest 2019  Jakarta, Sabtu, (5/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kolaborasi multisektoral menjadi hal penting untuk memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sehingga Indonesia dapat mengakselerasi pemulihan ekonomi serta mencapai pertumbuhan ekonomi inklusif.

Hal tersebut merupakan hasil temuan riset 'Digitalisasi UMKM-Kunci Pertumbuhan Inklusif Perekonomian Indonesia' yang diluncurkan oleh Blibli bersama Harian Kompas dan Boston Consulting Group (BCG).

Riset tersebut mempelajari perkembangan mitra UMKM Blibli untuk mendapatkan potret terkini dari sektor UMKM. Termasuk terkait aneka tantangan yang dihadapi UMKM serta kesempatan yang dihadirkan oleh teknologi digital, terutama e-commerce.

CEO Blibli Kusumo Martanto mengatakan, Blibli sebagai e-commerce lokal yang mendukung lebih dari 130.000 UMKM, telah menyaksikan bagaimana setiap UMKM telah menciptakan value chain yang berharga bagi ekonomi.

Baca juga: Burden Sharing Diyakini Tak Akan Sebabkan Hiperinflasi

Pada bagian hulu, UMKM menyerap hasil produksi para penyedia bahan mentah. Lalu membuka lapangan kerja bagi komunitas sekitar saat proses pembuatan produk dan pengoperasian bisnis.

Sementara di bagian hilir, UMKM memunculkan kesempatan usaha baru bagi distributor dan pedagang eceran yang membawa produk mereka ke pasar-pasar di seluruh Indonesia.

Riset menunjukkan bahwa 77 persen dari responden UMKM mempekerjakan orang-orang dari komunitas mereka, di mana satu UMKM dapat memunculkan hingga 5 kesempatan di lapangan kerja setempat.

"Temuan tersebut menekankan peran penting yang dimainkan UMKM bagi ekonomi Indonesia yang inklusif. Maka itu, sangatlah tepat bagi semua sektor untuk berkolaborasi untuk menjaga keberlangsungan UMKM terutama di tengah pandemi," ujar Kusumo dalam webinar MSMEs Update 2021 mengenai UMKM, Kamis (26/8/2021).

"Hal ini juga yang mendorong Blibli untuk selalu bekerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga institusi keuangan, dalam menjalankan inisiatif pemberdayaan UMKM, termasuk pelatihan digital entrepreneurship,” sambungnya.

Baca juga: Erick Thohir Ungkap Sederet Upaya BUMN Bantu UMKM Bertahan di Masa Pandemi

Ia mengatakan, selama 10 tahun Blibli melihat bagaimana berbagai UMKM mencapai kesuksesan bukan semata-mata karena mereka berjualan online, namun juga karena terus memperdalam kemampuan berwirausaha digital.

Setelah masuk ke dalam e-commerce, UMKM pun terpacu untuk semakin mengembangkan produk dan usaha. Mulai dari membuat pengemasan yang modern hingga mendapatkan sertifikasi yang relevan, untuk memenangkan pelanggan dan kompetisi pasar.

"Oleh sebab itu, meningkatkan literasi digital UMKM sangat krusial karena teknologi akan mempertebal kemampuan mereka untuk melampaui tantangan dalam berbisnis. Khususnya yang dihadirkan oleh pandemi dalam bentuk penurunan penjualan, penyusutan sumber permodalan, dan penyumbatan jalur distribusi," papar Kusumo.

Peneliti Litbang Kompas BE Satrio menambahkan, mayoritas UMKM sudah memahami pentingnya teknologi digital, di mana 74 persen dari UMKM yang disurvei telah familiar dengan kehadiran e-commerce.

Namun, hanya 20 persen yang memiliki literasi digital memadai untuk memanfaatkan teknologi secara optimal. Terbatasnya literasi digital berakar dari berbagai sumber seperti kurangnya akses ke perangkat teknologi dan pendanaan.

“Sebab itu, meningkatkan literasi digital pun membutuhkan pendekatan multisektoral. Semua pihak juga selayaknya bahu-membahu karena digitalisasi UMKM akan menciptakan multiplier effect yang membawa balik manfaat ke seluruh sektor ekonomi," kata Satrio.

Hasil riset menunjukkan, UMKM yang sudah go online menghasilkan pendapatan 1,1 kali lebih tinggi dibanding yang offline. Selain itu, UMKM online dalam mengoptimalkan kapasitas usaha mempekerjakan 1,4 kali lebih banyak orang dibanding UMKM offline.

"Penghasilan yang lebih baik itu memungkinkan UMKM online untuk semakin memperluas bisnis, dengan demikian menyerap lebih banyak sumber daya,” kata Satrio.

Baca juga: Seberapa Penting Branding dan Komunikasi bagi UMKM agar Tetap Eksis?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.