Kompas.com - 27/08/2021, 13:33 WIB
CEO AirAsia Group Tony Fernandes dalam acara peluncuran bukunya berjudul Flying High: Kisahku Membangun AirAsia dalam bahasa Indonesia di Jakarta, Kamis (4/7/2019). FIKA NURUL ULYACEO AirAsia Group Tony Fernandes dalam acara peluncuran bukunya berjudul Flying High: Kisahku Membangun AirAsia dalam bahasa Indonesia di Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Hal yang berbeda dengan pemain lainnya, AirAsia Ride juga membolehkan penumpang memesan layanan AirAsia Ride dengan mendatangi driver secara langsung (real-time).

Untuk meningkatkan pendapatan, para pengemudi AirAsia Ride juga diizinkan untuk menerima jasa antar barang, seperti parsel atau makanan.

Baca juga: AirAsia Akuisisi Bisnis Gojek di Thailand

Sama seperti layanan ride-hailing umumnya, penumpang juga dimungkinkan untuk memanfaatkan poin sebagai metode pembayaran atau potongan harga (diskon).

"Dalam waktu dekat, penumpang bisa memanfaatkan Big Points mereka untuk membayar tarif perjalanan atau menikmati potongan harga, seperti promo AirAsia Free Seats," jelas Lim berpromosi.

Yang juga pasti, AirAsia belakangan memanbg ekspansi ke layanan ride-hailing di wilayah Asia Tenggara.

Salah satunya dengan mengakuisisi operasi bisnis Gojek Thailand senilai 50 juta dollar AS pada Juli 2021 lalu. Dari transaksi itu, Gojek mendapatkan 4,76 persen saham AirAsia SuperApp.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepemilikan saham Gojek atas AirAsia SuperApp setara dengan 50 juta dollar AS. Dengan begitu, valuasi unit bisnis digital AirAsia Group tersebut sekitar 1 miliar dollar AS.

Kesepakatan AirAsia Group dan Gojek yang merupakan unicorn Indonesia, terjadi hanya seminggu setelah AirAsia mengajukan permohonan lisensi perbankan digital di Malaysia. Perjanjian bisnis itu juga menandakan pergeseran fokus AirAsia Group ke bisnis digital.

Pasalnya, selain taksi online dan antar makanan, AirAsia juga akan merambah ke e-commerce, teknologi finansial (fintech), dan logistik sebagai bagian dari AirAsia SuperApp.

Tony Fernandes berharap pengguna membuka aplikasi AirAsia setiap hari karena banyak layanan yang bisa digunakan.

"Semuanya terhubung, kami memanfaatkan pengalaman kami selama 19 tahun, jadi Anda akan mulai melihat bahwa ini adalah ekosistem yang dipikirkan dengan matang yang saya yakini akan mengubah banyak hal di ASEAN melalui inklusivitas dan nilai. Doakan kami beruntung, dan coba naik AirAsia," sebut Tony Fernandes. (Titis Nurdiana)

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: AirAsia masuk bisnis taksi online (ride hailing), siap rebut pasar Gojek dan Grab

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.