Sri Mulyani Desak Debitor BLBI untuk Penuhi Panggilan karena Sudah 22 Tahun...

Kompas.com - 27/08/2021, 16:22 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan Hasil Rapat Berkala KSSK terhadap stabilitas sistem keuangan kuartal II 2021. Dok. Kementerian KeuanganMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan Hasil Rapat Berkala KSSK terhadap stabilitas sistem keuangan kuartal II 2021.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta para obligor dan debitur segera memenuhi panggilan Satgas BLBI untuk segera menyelesaikan hak tagih negara atas BLBI.

Pasalnya, kejadian ini sudah berlangsung 22 tahun lalu. Sri Mulyani ingin mereka segera membayar utang-utangnya kepada negara.

"Kepada para obligor dan debitur tolong penuhi panggilan dan mari kita selesaikan obligasi dan kewajiban Anda semua, 22 tahun merupakan suatu kewajiban yang belum diselesaikan," kata Sri Sri Mulyani dalam konferensi pers Pengamanan Aset Tanah dan Bangunan BLBI, Jumat (27/8/2021).

Baca juga: Pemerintah Sita 49 Aset Tanah Debitur BLBI, Luasnya 5,21 Juta M²

Wanita yang akrab disapa Ani ini menyebutkan, pihaknya akan terus mengejar para obligor dan debitur tersebut. Selain nama-nama yang tertera, pemerintah juga akan memanggil keturunan dan para obligor dan debitur.

"Saya akan terus meminta kepada tim untuk menghubungi semua obligor, termasuk kepada para keturunannya, karena barangkali ada mereka yang usahanya diteruskan kepada para turunannya, kita akan negoisasi untuk dapatkan kembali hak negara," ujar dia.

Panggil Tommy Soeharto

Sebagai informasi, Satgas BLBI sejatinya terus memanggil para obligor dan debitur tersebut. Teranyar, Satgas memanggil Pangeran Cendana alias putra bungsu Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra alias Soeharto, melalui koran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemanggilan Tommy merupakan yang ketiga kalinya setelah dia mangkir dalam dua pemanggilan sebelumnya. Agar segera menemui, Satgas akhirnya memanggil Tommy lewat surat kabar. Namun, kemarin Tommy diwakili oleh kuasa hukumnya.

"Kalau sudah dipanggil satu kali tidak ada respons, dua kali tidak ada respons, maka memang kami mengumumkan ke publik, siapa-siapa saja beliau itu dan kemudian akan dilakukan langkah selanjutnya," beber Ani.

Pemerintah memerinci, setidaknya ada 22 obligor dan debitur yang memiliki kewajiban pembayaran utang kepada negara. Secara keseluruhan, besaran utang yang ditagih kepada para obligor dan debitur BLBI adalah senilai Rp 110,45 triliun.

Baca juga: Dirjen Kekayaan Negara Rionald Silaban Ditunjuk Jadi Ketua Harian Satgas BLBI

Untuk menagih utang tersebut, pemerintah akhirnya membentuk Satgas BLBI yang pembentukannya ditandatangani langsung oleh Presiden RI Joko Widodo. Satgas diberikan tugas untuk mengejar para obligor/debitur hingga ke luar negeri sampai tahun 2023.

Bahkan, Sri Mulyani sempat menyatakan tak ingin lagi melihat niat baik para debitur dan obligor dalam mengembalikan dana. Dia hanya ingin dana itu segera dibayar karena kasus sudah berlangsung lebih dari 20 tahun.

"Oleh karena itu, karena waktunya sudah sangat panjang lebih dari 20 tahun, tentu kita tidak lagi mempertanyakan niat baik atau tidak, tapi mau bayar atau tidak," kata Sri Mulyani beberapa waktu lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.