Sri Mulyani Janji Kejar Dana BLBI hingga Anak Cucu Debitor

Kompas.com - 28/08/2021, 07:57 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Ketua Harian Satgas BLBI Rionald Silaban ketika menyita aset milik salah satu obligor BLBI di daerah Lippo Mall Karawaci, Tengerang, Jumat (27/8/2021). Dok. Youtube Kementerian KeuanganMenko Polhukam Mahfud MD, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Ketua Harian Satgas BLBI Rionald Silaban ketika menyita aset milik salah satu obligor BLBI di daerah Lippo Mall Karawaci, Tengerang, Jumat (27/8/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kala itu tahun 1988. Indonesia dilanda krisis moneter. Dollar AS melonjak menyebabkan para debitor tak bisa mengembalikan utang-utangnya. Akibatnya, tak sedikit bank yang gulung tikar.

Untuk menyelamatkan bank-bank tersebut, Bank Indonesia (BI) menggelontorkan bantuan likuiditas kepada bank yang mengalami kesulitan dengan pemerintah sebagai penjamin penuh (blanket guarantee) atas bantuan tersebut.

Bantuan likuiditas itu dibiayai dalam bentuk Surat Utang Negara (SUN) yang diterbitkan oleh pemerintah. Tentulah bantuan tersebut harus dibayar kembali oleh bank dan debitur yang meminjam uang di bank yang mendapat bantuan tersebut.

Baca juga: Sri Mulyani: Selama 22 Tahun Pemerintah Tanggung Bunga dan Pokok Utang BLBI

Dalam perjalanannya, banyak bank yang tidak bisa membayar karena tutup sehingga pemerintah harus terus-menerus mencicil pokok dan bunga utang kepada BI.

Sampai saat ini pun, SUN yang diterbitkan pemerintah masih dipegang oleh BI.

Selang 22 tahun tepatnya pada tahun 2021, pemerintah akhirnya memburu pada obligor dan debitur yang sempat menerima bantuan tersebut. Tak lain untuk menagih kembali atau mengompensasi pembayaran utang yang dilakukan pemerintah sampai saat ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan hasil analisis dari ratusan berkas, setidaknya ada 48 obligor dengan besaran utang mencapai Rp 110,45 triliun.

Untuk menagih utang, pemerintah lantas membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Hak Tagih Negara dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Satgas bakal bekerja selama 3 tahun, untuk bekerja menagih para obligor dan debitur BLBI.

"Oleh karena itu Satgas (BLBI) yang dibentuk oleh presiden bertugas untuk semaksimal mungkin mendapat kembali kompensasi dari Rp 110,45 triliun," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers, Jumat (27/8/2021).

Panggil debitor dan obligor

Beberapa waktu lalu, satgas mulai memanggil para debitor dan obligor. Dari pemanggilan tersebut, beberapa obligor memperlihatkan niat baik. Namun beberapa lainnya sebaliknya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.