Luhut Lepas Ekspor 28 Ton Produk Perikanan dari Papua ke Singapura

Kompas.com - 29/08/2021, 10:54 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan Dok. Humas Kemenko Kemaritiman dan InvestasiMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan


JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan meresmikan pelepasan ekspor perdana komoditas kelautan dan perikanan ke Singapura.

Beberapa komoditas yang diekspor ke Singapura adalah kepiting dan lobster hidup, serta loin tuna yang merupakan hasil kelautan dan perikanan asal Biak Numfor, Provinsi Papua. Pelepasan ekspor tersebut berlangsung secara virtual (28/8/2021).

Target ekspor komoditas kelautan dan perikanan dari Biak Numfor ini sudah dicanangkan sejak Maret 2021 bersama Pemerintah Kota Tual.

Baca juga: Indonesia Ekspor 1,2 Miliar Alat Suntik, Luhut: Ini Mimpi Pemerintah...

Ekspor ini dikoordinasikan bersama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan PT Angkasa Pura, serta Pemda Papua, dan Pemda Kabupaten Biak Numfor.

"Ekspor komoditas kelautan dan perikanan dari Biak Numfor kali ini ada sebanyak 28 ton melalui pesawat kargo dari Sriwijaya Air. Ini adalah komitmen besar untuk maju dan bekerja sama untuk mewujudkan Indonesia yang tangguh," kata Luhut dalam keterangan resminya.

Melalui ekspor perdana dari Biak Numfor ke Singapura ini, diharapkan terjadi peningkatan bukan hanya devisa negara, tetapi juga pendapatan daerah dan kesejahteraan nelayan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tidak lupa, Luhut juga mengingatkan agar selalu memperhatikan pemanfaatan komoditas kelautan dan perikanan secara berkelanjutan.

Di sisi yang lain, Luhut juga ingin agar pengelolaan komoditas ekspor ini dijaga kualitas dan mutu produknya.

Baca juga: Luhut Sebut KA Bandara YIA Disiapkan untuk Meningkatkan Mobilitas

“Saya pesan kepada Pemerintah Biak Numfor dan lebih khusus Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, untuk terus menjaga proses ekspor ini agar berjalan baik. Volume dan nilainya harus terus ditambah, tetapi dengan terus menjaga kualitas dari produknya,” kata Luhut.

Ekspor komoditas kelautan dan perikanan Indonesia memang menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Beberapa Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) mampu mencatatkan nilai ekspor triliunan rupiah.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.